Mayoritas Warga Dukung Jakarta Jadi Kota Global
- 24 Mei 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 87,9 persen warga mendukung arah pembangunan Jakarta untuk bertransformasi menuju kota global.
- Forum diskusi publik membahas kesiapan Jakarta menghadapi berbagai tantangan perkotaan secara kolaboratif.
- Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya siap mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 87,9 persen dari 400 responden warga Jakarta mendukung arah pembangunan menuju kota global. Dukungan besar tersebut menjadi modal sosial penting bagi transformasi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Aspirasi Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli guna membahas masa depan kota Jakarta. Kegiatan kolaboratif tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Minggu, 24 Mei 2026.
Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Profesor Firdaus Ali memberikan sambutan pembuka dalam acara. Ia mengingatkan pentingnya program progresif untuk menyambut momentum sejarah menyongsong usia lima abad kota Jakarta.
“Kita menjadi bagian dari sejarah tidak terlupakan dalam sejarah lima abad kota Jakarta. Jadilah kita menjadi saksi yang proaktif dan kreatif untuk Jakarta dan Indonesia,” ujar Firdaus Ali.
Pendiri organisasi Aspirasi Jakarta Budhi Haryadi menjelaskan peran krusial ruang kebudayaan bagi masyarakat kampung kota. Ia menyoroti kegiatan nonton layar tancap sebagai sarana hiburan yang mendidik bagi warga setempat.
“Aspirasi Jakarta dibangun dari orang-orang muda lintas komunitas yang selama ini konsisten turun langsung menjangkau masyarakat akar rumput, khususnya warga miskin kota yang sering kali luput dari sorotan pembangunan,” kata Budhi.
Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya (ILUNI FH UAJ) Arthur Sanger turut bersuara. Ia menegaskan kesiapan lembaganya dalam berkolaborasi memperkuat jejaring strategis demi mendukung pembangunan kota global.
“Pada prinsipnya kami dari Iluni FH UAJ siap hadir dan berkolaborasi untuk memperkuat jejaring strategis, meningkatkan sinergi, dan berkontribusi untuk kemajuan Jakarta. Kami mendukung program-program penting dari pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk pembangunan Jakarta,” ucap Arthur.
Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pembangunan dan Tata Kota Fariz Gamal menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan peran aktif generasi muda dalam mengelola isu lingkungan hidup di wilayah perkotaan.
“Persoalan ini bukan hanya sebagai tantangan teknis pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh warga kota,” ujarnya.
Tenaga Ahli Stafsus Bidang Komunikasi Sosial Reinhard Sirait menjelaskan pola pembangunan modern di era digital. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif komunitas sangat memengaruhi keberhasilan komunikasi dua arah yang sehat.
“Di era digital warga memiliki akses informasi, ruang partisipasi, sekaligus kemampuan mengawasi jalannya pemerintahan secara langsung. Jakarta kota global harus dibangun lewat Citizen participation, keterlibatan komunitas, dan budaya komunikasi dua arah yang sehat,” kata Reinhard.
Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pemerintahan Hikari Ersada mengajak khalayak membayangkan wajah masa depan ibu kota. Ia berpendapat bahwa perayaan hari jadi ke depan harus mampu membangun energi kolektif masyarakat.
“Jakarta 500 tahun adalah tentang keberanian membayangkan kota yang lebih adil, lebih sehat, lebih berbudaya, dan lebih membahagiakan bagi semua,” ucap Hikari.
Acara diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting pemerintah daerah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhammad Matsani turut menghadiri acara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....