IMIP Kembangkan PLTS 200 MWp untuk Dukung Transisi Energi
- 24 Mei 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IMIP Kembangkan PLTS 200 MWp untuk Dukung Transisi Energi
- Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, mengatakan PLTS menghasilkan listrik tanpa bahan bakar fosil
- Emisi karbon operasionalnya lebih rendah dibanding pembangkit batu bara dan diesel
RRI.CO.ID, Morowali - Perusahaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park terus memperkuat penerapan teknologi hijau. Langkah itu mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Pengelola kawasan, PT IMIP, mendorong transisi energi melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Program tersebut dijalankan bersama tenant kawasan industri.
Salah satu tenant, PT Sumber Energi Surya Morowali, akan membangun PLTS berkapasitas 200 MWp. Proyek itu juga dilengkapi sistem penyimpanan baterai berkapasitas 80 MW.
Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, mengatakan PLTS menghasilkan listrik tanpa bahan bakar fosil. Emisi karbon operasionalnya lebih rendah dibanding pembangkit batu bara dan diesel.
“Pembangunan PLTS di PT Sesmo dilakukan di lahan seluas 224 hektare. PLTS berkapasitas 200 MWp itu mendukung teknologi energi bersih untuk industri berkelanjutan,” kata Yulius, Senin 11 Mei 2026.
PLTS akan menjadi sumber energi tambahan di kawasan IMIP. Penggunaannya diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis batu bara.
Listrik dari PLTS diprioritaskan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT Sesmo. Skema penyaluran surplus juga membantu menjaga stabilitas sistem kelistrikan kawasan.
Pemanfaatan energi surya diperkirakan menekan konsumsi batu bara hingga puluhan ribu ton per tahun. Inisiatif itu juga mengurangi emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida.
Pengembangan PLTS dinilai mendukung peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Faktor tersebut menjadi indikator penting daya saing industri global.
Ke depan, kapasitas PLTS di kawasan IMIP akan terus ditingkatkan. Pengembangan dilakukan seiring kemajuan teknologi penyimpanan energi.
IMIP sebelumnya telah memiliki beberapa proyek energi hijau dari tenant kawasan. Salah satunya PLTS Kanal Fatufia berkapasitas sekitar 1,27 MWp.
Selain itu, PT DSI mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 65,89 MWp. Fasilitas tersebut menggunakan 119.800 panel surya monokristalin berdaya efisiensi tinggi.
Tenant lainnya, PT QMB New Energy Materials, juga merencanakan pembangunan PLTS berkapasitas 6 MWp. Proyek itu menjadi bagian pengembangan energi terbarukan kawasan industri.
IMIP juga mengembangkan PLTU co-generation untuk mendukung kebutuhan energi industri. Fasilitas itu dikelola PT DSI dan PT HYNC.
“PLTS bukan sekadar pembangkit listrik alternatif, tetapi instrumen strategis transisi energi modern. Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko tertinggal dalam efisiensi dan akses pasar internasional,” ujar Yulius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....