LRT Berpeluang Diperpanjang hingga PIK 2 dan Terkoneksi ke Bandara Soetta
- 18 Mei 2026 06:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan peluang pengembangan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 hingga ke Bandara Soekarno-Hatta.
- Ke depan, pengembangan jalur LRT juga direncanakan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan peluang pengembangan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Bahkan, kata dia, nantinya dapat terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Wacana tersebut disampaikan saat peresmian area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu 17 Mei 2026. Menurutnya, pengembangan jalur LRT dari Velodrome menuju PIK 2 mulai dipertimbangkan sebagai bagian dalam menyempurnakan sistem transportasi massal yang terintegrasi di Jakarta.
“Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu. Mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini (PIK 2),” ujar Pramono.
Ia mengatakan, pengembangan jalur tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarkawasan. Khususnya, wilayah Jakarta Utara yang terus berkembang.
Ia menjelaskan, secara trase pengembangan LRT Jakarta saat ini telah memperoleh izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol. Pengembangan jaringan transportasi di wilayah utara dinilai krusial untuk meningkatkan konektivitas antarkawasan.
Saat ini, proyek LRT Jakarta yang tengah berjalan adalah penyambungan jalur dari Velodrome menuju Manggarai dengan panjang sekitar 12,2 kilometer dan mencakup 11 stasiun. Proyek tersebut menelan biaya sekitar Rp11,5 triliun dan ditargetkan diresmikan pada Agustus mendatang.
Ke depan, pengembangan jalur direncanakan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol. Jika jalur tersebut tersambung, seluruh jaringan transportasi Jakarta diharapkan terintegrasi secara menyeluruh.
“Kalau kemudian ini dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, dari Tanjung Priok kemudian ke JIS, dari JIS ke Ancol. Maka, lajur lanjutan yang masih perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2 hingga terkoneksi ke Bandara Soekarno-Hatta,” kata Pramono.
Saat ini, tingkat konektivitas transportasi massal Jakarta disebut baru mencapai sekitar 93 persen. Pemerintah DKI Jakarta berupaya menyelesaikan jalur loop yang belum terhubung agar sistem transportasi publik semakin terpadu.
Pramono berharap pengembangan LRT hingga kawasan utara Jakarta dan PIK 2 dapat mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Proyek ini diperkirakan menjadi langkah strategis jangka panjang dalam mewujudkan sistem transportasi modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....