BNPB: Banjir Landa Sejumlah Daerah, Ribuan Warga Terdampak

  • 17 Mei 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan empat kejadian banjir melanda sejumlah wilayah Indonesia selama dua hari. Kejadian bencana hidrometeorologi tersebut berdampak terhadap ribuan warga di beberapa provinsi berbeda.

Banjir terbesar terjadi di Kota Semarang setelah tanggul Sungai Plumbon jebol akibat hujan lebat. Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih dalam pencarian petugas.

Banjir Semarang merendam enam kelurahan tersebar pada tiga kecamatan dengan ketinggian air bervariasi signifikan, 20-150 cm. BNPB mencatat periode kejadian berlangsung Jumat-Sabtu, 15-16 Mei 2026.

Banjir di Kabupaten Kuantan Singingi merendam 10 desa pada tiga kecamatan terdampak berbeda sekaligus. Sebanyak 324 kepala keluarga atau 1.296 jiwa terdampak, sementara kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut sejak, kemarin.

Banjir disertai longsor juga melanda Kabupaten Lebak, Banten, hingga merusak sejumlah infrastruktur publik setempat. Kerusakan terjadi pada puluhan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, jembatan, serta bendungan irigasi daerah.

Banjir di Kota Binjai merendam Kelurahan Rambung Barat dan berdampak terhadap ratusan warga setempat. BNPB melaporkan sebanyak 233 kepala keluarga atau 857 jiwa terdampak, meskipun seluruh warga tetap bertahan dirumah masing-masing.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan keluarga. BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah selama curah hujan meningkat.

“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat keluarga sebagai langkah kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau TMA secara berkala,” kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.

BNPB mengimbau masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri ketika hujan deras berlangsung dalam durasi panjang. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BNPB, BPBD, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....