Menteri PU Tinjau PembangunanSR Wonosobo, Realisasi Fisik Capai 40,06 Persen

  • 15 Mei 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Realisasi fisik pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo mencapai 40,06 persen per 14 Mei 2026
  • Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo melibatkan sebanyak 1.167 tenaga kerja di lapangan
  • Kementerian PU menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat selesai Juni 2026 menjelang tahun ajaran baru

RRI.CO.ID, Wonosobo – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan optimal menjelang tahun ajaran baru 2026.

Menteri Dody mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo secara umum berjalan baik. Berdasarkan data per 14 Mei 2026, realisasi fisik pembangunan telah mencapai 40,06 persen.

Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut juga didukung sebanyak 1.167 tenaga kerja di lapangan. Pemerintah turut mempercepat pekerjaan melalui dukungan lintas instansi dan berbagai pihak terkait.

“Tidak ada masalah, kemarin memang ada sedikit masalah terkait beton. Tapi sudah disupport dari berbagai pihak,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis Jumat, 15 Mei 2026.

Menurut Dody, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah yang kini memasuki masa kritis pembangunan. Karena itu, Kementerian PU menerapkan pola kerja gotong royong untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Ia mengatakan percepatan pembangunan tidak hanya melibatkan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU. Dukungan juga datang dari berbagai unit organisasi Kementerian PU, BUMN, hingga TNI.

“Dari BUMN saya minta tolong, dari TNI kita juga minta tolong. Jadi kami kerjakan bersama-sama agar pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini benar-benar bisa selesai Juni,” ucapnya.

Menteri Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo ini sempat terkendala persoalan lahan milik masyarakat. Menurutnya, permasalahan tersebut berdampak pada proses desain dan konstruksi, namun kini telah terselesaikan.

“Masalah lahannya sekarang sudah beres semua. Saat ini semuanya sudah sinergis dan ini kinerja bersama Kementerian PU,” kata Menteri PU.

Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo ini menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025-2026 dengan nilai kontrak Rp229,05 miliar. Kawasan pendidikan tersebut dibangun di atas lahan seluas 5,038 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.474 meter persegi.

Sekolah Rakyat Wonosobo dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitasnya meliputi asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dan sarana olahraga.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek secara nasional, Kementerian PU menambah alat berat dan jumlah tenaga kerja. Pemerintah juga menerapkan sistem kerja tiga shift serta penyesuaian metode konstruksi.

“Presiden Prabowo berpesan supaya selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insya Allah Juni 2026,” ujar Menteri Dody.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....