Tanah Dirasakan Masih Bergerak, Warga BTN Gadihu Ambon Diimbau Waspada

  • 09 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi tanah masih labil sehingga alat berat belum dapat diturunkan ke lokasi
  • Tim khawatir getaran alat berat dapat memicu longsor susulan maupun retakan pada badan jalan sekitar kawasan terdampak
  • Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu

RRI.CO.ID, Ambon - Warga kawasan BTN Gadihu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, diimbau tetap waspada setelah longsor melanda wilayah tersebut, Sabtu, 19 Mei 2026. Kondisi tanah di sekitar lokasi longsor dilaporkan masih bergerak dan berpotensi memicu longsor susulan.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty meninjau langsung lokasi longsor bersama tim Balai Wilayah Sungai (BWS). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memantau tingkat kerusakan di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, kerusakan yang dialami warga cukup berat dan tentu meninggalkan trauma,” kata Saadiah dalam siaran pers tertulis.

Dalam peninjauan itu, Saadiah bersama tim BWS memantau kondisi bantaran sungai dan titik longsoran menggunakan drone. Hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi tanah masih labil sehingga alat berat belum dapat diturunkan ke lokasi.

Tim khawatir getaran alat berat dapat memicu longsor susulan maupun retakan pada badan jalan sekitar kawasan terdampak. Saat berada di lokasi, warga dan tim peninjau juga beberapa kali mendengar bunyi pergerakan tanah dari titik longsoran.

Sekitar 11 rumah di sekitar lokasi kini berada dalam status siaga karena masuk area rawan longsor. Sejumlah warga terlihat mulai mengamankan barang-barang penting sebagai langkah antisipasi apabila longsor susulan kembali terjadi.

Saadiah juga menyaksikan kepedulian warga dan para pemuda yang membantu menyelamatkan dokumen penting milik korban longsor. Mereka turun langsung ke area longsoran untuk mengambil ijazah, surat-surat, dan barang berharga lainnya milik warga terdampak.

Ia menegaskan perlunya langkah mitigasi dan penanganan serius terhadap kawasan rawan longsor di Ambon dan wilayah Maluku lainnya. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....