Tim SAR Cari Dua WNA Singapura Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono

  • 09 Mei 2026 00:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim SAR gabungan mencari dua warga Singapura yang hilang di kawasan Gunung Dukono.
  • Sebanyak 14 orang pendaki berhasil ditemukan selamat oleh tim evakuasi di lokasi kejadian.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kawah demi menjaga keselamatan dari ancaman erupsi.

RRI.CO.ID, Halmahera Utara - Tim SAR gabungan mencari dua warga Singapura yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026. Bencana alam tersebut menimpa total 20 orang pendaki yang sedang berada di kawasan kawah saat letusan terjadi.

Sebanyak 14 orang penyintas telah ditemukan selamat oleh petugas evakuasi di Kabupaten Halmahera Utara hingga siang hari. Namun dua warga negara asing masih belum ditemukan sehingga tim gabungan terus melakukan penyisiran ke berbagai titik.

Dua warga Singapura yang masih dalam pencarian adalah HWQT berusia 30 tahun dan SMBAH berumur 27 tahun. Petugas membagi tim pencari menjadi dua kelompok berbeda guna mempercepat upaya penyelamatan di area terdampak aktivitas vulkanik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara memimpin langsung pergerakan tim pertama menuju puncak gunung. Mereka menggunakan perangkat drone untuk memantau situasi dari udara demi menjamin keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.

Kelompok kedua fokus melakukan penyisiran pada area aliran sungai yang berada di sekitar kawasan puncak Gunung Dukono itu. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberadaan para korban yang mungkin terbawa material atau berlindung di sekitar jalur air.

Proses evakuasi sempat berhenti sementara waktu karena adanya peringatan bahaya terkait potensi lontaran lava pijar dari kawah gunung. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Abdul Muhari menyampaikan keterangan terkait situasi.

“Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Personel evakuasi harus berlindung di Pos Lima sampai kondisi dinyatakan cukup aman untuk melanjutkan kembali operasi pencarian tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan erupsi gunung tersebut terjadi pada Jumat pagi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....