Rehabilitasi DI Krueng Pase Rampung, Pulihkan Produktivitas Pertanian Aceh Utara

  • 06 Mei 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rehabilitasi DI Krueng Pase tuntas, aliran air kembali mengairi lahan pertanian
  • DI Krueng Pase melayani 8.922 hektare sawah di sembilan kecamatan Aceh Utara

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Pemulihan sektor pertanian mulai menunjukkan hasil setelah Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Aceh Utara kembali berfungsi pascabanjir bandang. Rehabilitasi sistem irigasi ini menjadi kunci mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang sempat terhenti sejak November 2025 lalu.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan rehabilitasi bendung tersebut, sehingga aliran air kini kembali menjangkau lahan pertanian masyarakat. Menteri PU meninjau langsung lokasi dan memastikan irigasi berfungsi optimal, serta membuka pintu air sebagai tanda beroperasinya kembali irigasi.

“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” kata Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Jaringan irigasi yang direhabilitasi ini mencakup saluran induk sepanjang 32,82 kilometer dan saluran sekunder 112,36 kilometer. Selain itu, jaringan tersier dan infrastruktur pendukung lainnya juga diperbaiki untuk memastikan distribusi air berjalan optimal.

Saat ini, DI Krueng Pase kembali melayani area pertanian seluas 8.922 hektare di sembilan kecamatan. Meliputi Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir.

Rehabilitasi ini mengembalikan layanan irigasi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare. Peningkatan kinerja irigasi juga mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari sekitar 65 persen menjadi hingga 250 persen.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani. Selain itu, sistem irigasi ini juga diharapkan mampu mengatasi kekeringan saat musim kemarau serta mempercepat pemulihan lahan pascabanjir.

Sejumlah langkah lanjutan juga dilakukan untuk mendukung pemulihan sektor pertanian. Di antaranya pembersihan sedimen di lahan serta pengembangan demplot seluas dua hektare untuk meningkatkan produktivitas.

Salah satu petani, Mochtar Ahmad, mengaku bersyukur atas kembalinya fungsi bendung tersebut. Ia menyebut petani kini dapat kembali beraktivitas setelah sempat mengalami kesulitan air.

“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air, tapi sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” ujarnya.

Pemerintah menilai keberfungsian kembali DI Krueng Pase menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan pertanian di Aceh Utara. Hal ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....