Gempa M5,3 Guncang Laut Banda, Tidak Berpotensi Tsunami
- 05 Mei 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Laut Banda pada Selasa, 5 Mei 2026 pagi.
- BMKG memastikan gempa tergolong menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda.
- Hingga pukul 09.55 WIB tidak terdeteksi gempa susulan dan tidak ada laporan kerusakan.
RRI.CO.ID, Maluku Tengah - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 mengguncang Laut Banda di Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa, 5 Mei 2026. Peristiwa tersebut terjadi pukul 09.38.50 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah laut cukup dalam.
BMKG melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 6,47 derajat lintang selatan dan 130,21 bujur timur. Lokasi tersebut berada sekitar 206 kilometer arah barat laut Tanimbar pada kedalaman 164 kilometer di bawah permukaan laut.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa tergolong menengah berdasarkan kedalaman hiposenter yang teridentifikasi. Ia menyebut peristiwa tersebut dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda yang berlangsung di kawasan tersebut.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan patahan mendatar turun atau oblique normal fault pada kejadian gempa tersebut. Hasil kajian tersebut menjadi dasar penentuan karakter gempa serta potensi dampak yang mungkin dirasakan masyarakat sekitar.
Peta guncangan menunjukkan getaran dirasakan di Amahai Maluku Tengah serta Dawelor Dawera di wilayah Maluku Barat Daya. Getaran juga dirasakan di Pulau Pulau Babar dengan skala intensitas tiga MMI yang terasa nyata di dalam rumah.
Guncangan dilaporkan sangat terasa oleh warga ataupun kendaraan truk melintas yang melintas. Sehingga warga menyadari adanya getaran dalam durasi singkat saat kejadian.
Namun hingga kini belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa gempa yang terjadi tersebut. BMKG juga memantau aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama untuk memastikan perkembangan kondisi seismik di wilayah tersebut.
Hasil pemantauan hingga pukul 09.55 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas aftershock yang signifikan setelah kejadian utama. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat dalam siaran pers BMKG yang diterima RRI, Selasa 5 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....