Perlintasan Sebidang Masih Beroperasi, Pemkot Bekasi Tunggu Pembangunan Flyover

  • 04 Mei 2026 11:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perlintasan sebidang di Kota Bekasi masih beroperasi usai insiden kereta api di Kota Bekasi.
  • Penutupan baru dilakukan setelah proyek flyover rampung.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi memastikan akan menutup total perlintasan sebidang di wilayahnya Ampera Bekasi Timur usai pembangunan Flyover Bulak Kapal Rampung. Adapun saat ini perlintasan tersebut masih beroperasi dikarenakan faktor kebutuhan lalu lintas di Kota Bekasi.

Menurut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, jika perlintasan tersebut langsung ditutup maka akses lalu lintas akan terganggu karena kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu perlu adanya flyover agar lalu lintas di wilayah Bekasi Timur dan sekitarnya tidak terganggu.

Ia menjelaskan, meski perlintasan sebidang di wilayah Ampera masih dibuka, namun demikian Pemkot Bekasi saat ini memberlakukan penjagaan. Yang mana Pemkot Bekasi menempatkan petugas resmi baik dari Satpol PP maupun Dinas Perhubungan.

Bukan hanya itu, palang pintu perlintasan sementara juga sudah dipasang. Yang ke depannya akan dipasang palang pintu perlintasan dengan dilengkapi sensor suara sehingga akan berbunyi saat ada kereta lewat.

"Karena lalu lintasnya padet. Kalau itu ditutup, jalan nasionalnya tergangu, jadi serba salah," katanya, saat diwawancarai wartawan, Senin, 4 Mei 2026.

Tri juga menjelaskan, untuk pembangunan flyover Bulak Kapal, Pemkot Bekasi tengah melakukan pembebesan lahan. Mereka menargetkan pembebasan lahan rampung akhir Mei 2026 dengan biaya Rp116 miliar.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga tengah menunggu bantuan Presiden Prabowo terealisasi. Entah berbentuk fisik bangunan flyover atau anggaran.

"Kemarin sudah dilakukan rapat bersama Menko Infrastruktur. Nanti kita tinggal lihat saja proses bantuan presiden, apakah kita dapat fisiknya atau anggarannya," katanya.

Sejauh ini Tri mengatakan, pembangunan flyover direncanakan akan menghabiskan anggaran Rp250 miliar di luar pembebasan lahan. Angka itu bisa saja naik seiring meningaktkan harga bahan baku untuk membangun flyover.

"Yang penting kewajiban kita untuk pembebasan lahan sedeng kita kerjakan, kita targetkan rampung akhir bulan Mei. Anggaranya sebesar Rp116 miliar untuk pembebasan lahan kurang lebih 1 hektar," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....