Cegah Kecelakaan, Perlintasan Sebidang di Bekasi Bakal Dilengkapi Suara

  • 30 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Terdapat 10 titik perlintasan sebidang di Kota Bekasi di mana beberapa sudah dibangun flyover.
  • Adanya sistem perlintasan berbasis bunyi diharapkan bisa menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
  • Dinas Perhubungan Kota Bekasi sudah melakukan penambahan jumlah personil di sejumlah titik perlintasan sebidang

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi, Jawa Barat akan melengkapi perlintasan sebidang di Kota Bekasi dengan sistem perlintasan berbasis bunyi atau suara. Sistem akan akan diterapkan menyusul insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada, Senin, 27 April 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar mengatakan, sistem perlintasan berbasis bunyi nantinya akan berfungsi manakala akan ada kereta melintas. Sehingga para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang bisa bersiap.

"Sistem perlintasan berbasis suara di 500 meter sebelum kereta itu tiba di titik itu nanti sudah berbunyi. Katakanlah sebagai sirine pengingat," katanya, Kamis, 30 April 2026.

Zeno menjelaskan, bahwa saat ini pihak Dinas Perhubungan Kota Bekasi sudah berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api (PT KAI). Perihal ini, terkait penerapan sistem perlintasan sebidang berbasis suara atau bunyi.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak KAI. Kemudian, untuk perlintasan sebidang di Ampera saat ini sudah dipasang palang pintu perlintasan," katanya.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kota Bekasi sudah melakukan penambahan jumlah personil di sejumlah titik perlintasan sebidang. Mereka akan bertugas dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Dishub sendiri menegaskan, bahwa selama ini sudah ada personil disiagakan di sejumlah titik perlintasan sebidang. Hanya saja, fokus personel hanya pada lalu lintas bukan pada lalu lintas di rel kereta api.

"Untuk personel memang sudah lama kita siagakan. Hanya saja selama ini fokus pada lalu lintas jalan, tidak pada perlintasan kereta," katanya.

Zeno juga menjelaskan, bahwa di Kota Bekasi terdapat 10 perlintasan sebidang. Yang mana sebagian sudah dibangun flyover dan sebagian belum.

Perlintasan tersebut antara lain, Jalan Baru Bekasi Timur, Jalan Sultan Agung, Jalan Agus Salim, Jalan Perjuangan, Jalan KH Noer Alie. Harapan Mulya, Harapan Indah, Mohammad Yamin, Ampera dan Jalan Pahlawan Bekasi Timur.

"Di Kota Bekasi ada 10 total perlintasan sebidang. Sebagian sudah ada flyover seperti KH. Noer Alie, Jalan Baru dan sebagian belum," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Sekadar informasi, insiden kecelakaan kereta api berawal dari taxi mogok di perlintasan sebidang Ampera Bekasi Timur. Sehingga KRL sempat berhenti lantaran jalurnya terhalang oleh taxi.

Sampai pada akhirnya, KRL tersebut ditabrak oleh kereta api jarak jauh dari arah jakarta. Peristiwa itu, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....