PU Siapkan Pengendalian Banjir Terpadu di Kendari jelang UCLG ASPAC 2026
- 29 Apr 2026 10:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menyiapkan sistem drainase dan pengendalian banjir untuk mendukung UCLG ASPAC 2026 di Kendari
- Menteri PU mendorong penanganan banjir dari hulu hingga hilir melalui normalisasi sungai
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sistem pengendalian banjir terpadu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kesiapan infrastruktur kota menjelang penyelenggaraan forum internasional UCLG ASPAC 2026 pada 7–9 Mei 2026.
Penataan infrastruktur dilakukan melalui penanganan sungai, perbaikan drainase perkotaan, serta penguatan sistem pengendalian banjir. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung kenyamanan kota.
Sepanjang April 2026, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melakukan normalisasi Sungai Korumba dan Mandonga di Kecamatan Mandonga. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut arahan Menteri PU Dody Hanggodo agar penanganan sungai dimulai dari hulu hingga hilir.
“Perbaikan jalan tentu akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan yang memicu banjir rob atau genangan saat hujan. Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Rabu 29 April 2026.
Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen dan pendalaman alur sungai guna meningkatkan kapasitas tampung air. Pada Sungai Korumba, pekerjaan dilakukan sepanjang 650 meter dengan lebar 13 meter, sedangkan Sungai Mandonga sepanjang 900 meter dengan lebar 12 meter.
Selain penanganan jangka pendek, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan drainase utama pada tiga koridor prioritas. Meliputi Sungai Korumba sepanjang 2 kilometer, Sungai Bonggoeya sepanjang 4,5 kilometer, serta koridor Polresta–Sungai Wanggu sepanjang 1,7 kilometer.
Pembangunan sistem drainase dilakukan melalui kolaborasi antara BWS Sulawesi IV Kendari dan Pemerintah Kota Kendari. Pada 2026 difokuskan pada pembebasan lahan dan penyiapan desain, sementara konstruksi direncanakan dimulai pada tahun berikutnya.
Dalam jangka menengah, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga di Kecamatan Baruga pada periode 2027–2029. Infrastruktur ini dirancang memiliki kapasitas tampungan mencapai 1,58 juta meter kubik.
Kolam retensi tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 54,14 persen atau 141,67 meter kubik per detik. Selain itu, kawasan ini juga dirancang menjadi area konservasi air sekaligus ruang terbuka publik bagi masyarakat.
Melalui penataan infrastruktur secara bertahap, Kementerian PU berharap Kota Kendari semakin siap menjadi tuan rumah forum internasional tersebut. Upaya ini juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang berupa kawasan perkotaan yang lebih tertata dan tangguh terhadap banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....