Gunung Merapi Keluarkan Puluhan Guguran Lava
- 26 Apr 2026 01:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI CO.ID: Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta mengeluarkan puluhan guguran lava pada Level III (Siaga). Situasi ini terjadi berdasarkan laporan periode pengamatan Sabtu 25 April 2026 pukul 18.00–24.00 WIB.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat puluhan aktivitas kegempaan . “Terjadi 38 kali gempa guguran dan 20 kali gempa hybrid ,” kata Petugas Pengamatan Gunung Merapi Erwin Widyon.
Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan asap kawah tidak teramati. Erwin juga melaporkan adanya aktivitas guguran lava yang cukup intens.
“Teramati 21 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum 2.000 meter,” kata Erwin.
Cuaca di sekitar puncak dilaporkan berawan hingga mendung. Suhu udara berkisar 20,4–22,4 derajat Celsius dan angin bertiup lemah ke arah barat.
Ia menegaskan potensi bahaya saat masih didominasi guguran lava dan awan panas di sejumlah sektor. “Potensi bahaya meliputi Sungai Boyong, 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, 7 kilometer,” katanya.
Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana. “Kegiatan apapun di daerah tersebut akan berbahaya karena ada lahar dan awan panas,” katanya.
Masyarkat setempat menyebut awan panas dengan istilah "wedhus gembel". Awan panas yang menyembur dari dalam Merapi berwarna putih abu-abu dan bergelombang mirip warna bulu doma (wedhus).
Ia menambahkan suplai magma masih berlangsung sehingga potensi awan panas guguran tetap ada. Pihaknya akan melaporkan jika terjadi perubahan signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....