Gandeng NU Jatim, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal

  • 25 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPJS Ketenagakerjaan memperkuat strategi perluasan perlindungan pekerja melalui kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Jawa Timur.
  • Mayoritas anggota NU merupakan pekerja sektor informal sehingga membutuhkan pendekatan perlindungan yang lebih inklusif.

RRI.CO.ID, Surabaya - BPJS Ketenagakerjaan memperkuat strategi perluasan perlindungan pekerja melalui kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Jawa Timur. Sinergi ini menyasar langsung ekosistem kerja di lingkungan kaum Nahdliyin.

Hal ini sebagai bagian dari implementasi pilar 3C (Care, Coverage, Credibility), dengan fokus pada peningkatan cakupan kepesertaan bagi pekerja sektor informal yang selama ini belum terlindungi optimal. Komitmen tersebut mengemuka dalam forum silaturahim di Kantor PWNU Jawa Timur, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan dihadiri Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Alif Noeriyanto Rahman, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi Ihsanudin. Serta Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama strategis mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan. Hingga penguatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengurus dan unit usaha di bawah naungan PWNU.

Alif Noeriyanto Rahman menegaskan, inisiatif ini berangkat dari penguatan silaturahmi yang telah terjalin dan kini dikembangkan menjadi kolaborasi strategis. Ia menilai mayoritas anggota NU merupakan pekerja sektor informal sehingga membutuhkan pendekatan perlindungan yang lebih inklusif.

“Dari sekitar 61 juta anggota NU, kurang lebih 80 persen merupakan pekerja informal, ini menjadi dasar penting bagi kami untuk mendorong perlindungan yang lebih luas. Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi embrio kerja sama skala nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pertemuan diharapkan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dan PWNU Jawa Timur. Sekaligus berpotensi menjadi role model penguatan perlindungan pekerja berbasis komunitas di tingkat nasional.

Gus Kikin menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, NU merupakan rumah besar bagi berbagai profesi sehingga perlindungan pekerja menjadi bagian penting dalam upaya memuliakan manusia.

“NU adalah rumah besar bagi semua profesi, kami menyampaikan terima kasih atas terjalinnya silaturahmi ini. Harapannya, baik NU maupun BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya para pekerja,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Jawa Timur, Hadi Purnomo mengatakan, besar harapan bahwa sinergisitas yang terjalin ini dapat menjadi titik balik bersama untuk kebaikan semua komponen masyarakat. Sehingga, pemerintah dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan betul-betul hadir di tengah-tengah masyarakat pekerja.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Ihsanudin, menegaskan, pendekatan berbasis komunitas menjadi langkah efektif menjangkau pekerja yang berada di luar sistem perlindungan formal. Jaringan NU Jawa Timur dinilai sebagai pintu masuk strategis untuk mempercepat perluasan kepesertaan.

Ia juga mengaitkan nilai perlindungan sosial dengan prinsip Maqashid Syariah. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan hadir menjaga aspek mendasar kehidupan pekerja melalui perlindungan santunan hingga beasiswa dengan iuran terjangkau.

Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan mendorong seluruh elemen di lingkungan PWNU—mulai dari pengurus hingga pelaku usaha—terlindungi. Yakni, melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dan Jaminan Pensiun, dengan dukungan integrasi data serta optimalisasi kanal digital.

“Ke depan, kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam mendorong inklusivitas jaminan sosial ketenagakerjaan. Khususnya di sektor informal berbasis komunitas,” ucap Ihsanudin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....