BPBD Bekasi Imbau Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi

  • 15 Apr 2026 21:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat Kabupaten Bekasi diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi memasuki peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
  • BPBD Kabupaten Bekasi menyebut bahwa Kabupaten Bekasi masih dalam status siaga bencana.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau warga agar mewaspadai bencana hidrometeorologi. Yang ini berpotensi terjadi menjelang masa peralihan musim dari hujan menuju musim kemarau.

“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026. Status tersebut mencakup potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrim, abrasi, hingga tanah longsor.

Menurut Dodi, kondisi peralihan musim seperti saat ini berpotensi memicu berbagai bencana. Sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan.

"Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak. Menghemat pemakaian, serta segera memperbaiki kebocoran," katanya.

Tak hanya itu, memasuki musim kemarau BPBD Kabupaten Bekasi menghimbau warga agar mengantisipasi bencana kebakaran. Salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu timbulnya kebakaran.

"Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah. Ini penting guna mencegah risiko kebakaran," katanya.

Di sektor pertanian, masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air. Selain itu, warga diimbau menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan vegetasi dan aktif dalam kegiatan pelestarian.

Dalam aspek kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini guna menghindari penyakit akibat debu serta memastikan ketersediaan air bersih.

Tak kalah penting, masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca. Yakni melalui kanal resmi BMKG.

“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan. Serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....