Banjir di Cepu, Jawa Tengah Surut, Satu Orang Meninggal

  • 11 Apr 2026 22:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Banjir di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah saat ini telah surut, namun satu orang meninggal. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati kepada Pro3 RRI, Sabtu (11/4/2026).

“Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter dan tidak berlangsung lama. Ketika hujan sudah reda, banjir langsung surut selama satu jam,” katanya saat berbincang dengan Pro3 RRI.

Usai genangan surut, warga langsung melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan kerja bakti.

“Seperti yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Warga membersihkan sampah dan mencegah penyumbatan saluran air,” katanya.

Meski genangan tidak berlangsung lama, terdapat satu korban jiwa pasca kejadian. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah air surut, diduga akibat kondisi lingkungan masih basah dan adanya aliran listrik.

“Pemerintah setempat menyatakan segera menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak. Warga juga diimbau tetap waspada terutama terkait instalasi listrik di area yang masih basah,” katanya.

Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (10/4/2026). Yaitu setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan daerah hulu sungai selama beberapa jam.

Kecamatan Cepu berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur. Banjir yang melanda di wilayah ini berasal dari air sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa.

Banjir di Cepu tahun ini relatif tidak terlalu parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banjir di wilayah ini tahun 2022 setinggi 1 meter sempat melumpuhkan jalan Blora, Jawa Tengah-Bojonegroro, Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....