Pemprov DKI Percepat Pengerukan Kali saat Kemarau Panjang

  • 11 Apr 2026 00:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pengerukan kali di ibu kota. Ini setelah adanya peringatan potensi kemarau panjang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
  • Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan berakhir mulai September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pengerukan kali di ibu kota. Ini setelah adanya peringatan potensi kemarau panjang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan berakhir mulai September 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut penurunan curah hujan mulai pertengahan April hingga September.

Hal ini akibat fenomena El Nino. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pengerukan kali dan normalisasi sungai.

“Mulai pertengahan April diprediksi curah hujan menurun hingga September. Maka, Pemerintah Jakarta akan fokus melakukan pengerukan kali dan normalisasi sungai,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat 10 April 2026.

Pengerukan ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun sebagai langkah strategis mengurangi risiko banjir di Jakarta. Kanal Banjir Barat memiliki lebar bervariasi 30–100 meter dengan total rencana volume pengerukan mencapai 179.269 meter kubik.

Pekerjaan dibagi menjadi tiga segmen. Pertama, Pintu Air Manggarai – Stasiun Karet sepanjang 3.543 meter. Lalu, Stasiun Karet – Pintu Air Karet sepanjang 686 meter. Serta Pintu Air Karet – Jalan Kyai Tapa (Roxy) sepanjang 3.850 meter

Saat ini, pengerukan difokuskan pada segmen ketiga sepanjang 3.850 meter dengan target volume sekitar 165.381 meter kubik. Ke depan, hasil pengerukan akan terintegrasi dengan program normalisasi di aliran Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

Pemerintah berharap aliran air menuju laut semakin lancar. Sehingga potensi banjir dapat ditekan.

“Kalau ini berhasil, aliran air ke laut akan semakin cepat. Tantangannya saat rob air tetap tertahan, tetapi ini bagian dari upaya besar kita mengendalikan banjir,” kata Pramono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....