Satgas PRR: Aktivitas Masyarakat di Wilayah Terdampak Bencana Mulai Pulih

  • 09 Apr 2026 18:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra melaporkan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai pulih.
  • Pembersihan lumpur akibat longsor dan banjir di Provinsi Aceh, Sumatura Utara, dan Sumatra Barat mencapai 92 persen lebih.

RRI.CO.ID, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra melaporkan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai pulih. Ini setelah pembersihan lumpur akibat longsor dan banjir di Provinsi Aceh, Sumatura Utara, dan Sumatra Barat mencapai 92 persen lebih.

Berdasarkan keterangan Satgas PRR di Jakarta, Kamis, hingga 6 April 2026 tercatat sebanyak 527 lokasi terdampak yang tertimbun lumpur telah rampung dibersihkan. Rinciannya, di Aceh sebanyak 480 lokasi telah dibersihkan dari total 519 lokasi sasaran.

Di Sumatra Utara, 18 lokasi telah selesai dari 24 lokasi sasaran. Sementara di Sumatra Barat, seluruh 29 lokasi sasaran telah berhasil dibersihkan.

Capaian tersebut menunjukkan lebih dari 92 persen lokasi yang tertimbun lumpur akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra telah berhasil ditangani. Angka ini juga menandai peningkatan dibandingkan data 2 April 2026, ketika baru 445 lokasi yang selesai dibersihkan.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pembersihan lumpur masih menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan, proses pembersihan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama berfokus pada pembukaan akses jalan nasional yang kini telah rampung 100 persen dan kembali berfungsi sejak 25 Januari 2026. Pada tahap kedua, pembersihan difokuskan pada tiga jenis lokasi utama, yakni sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum.

Di antaranya, seperti puskesmas, masjid, dan fasilitas sosial lainnya. Satgas PRR juga menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pembersihan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Gelombang ketiga Praja IPDN diberangkatkan pada Sabtu (4/4) dengan kekuatan 731 personel dan didukung 37 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri. Tim tersebut bertugas membersihkan lumpur di 42 lokasi, meliputi kawasan permukiman, drainase, fasilitas umum, hingga fasilitas sosial.

“Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur, termasuk yang sudah mengeras..zeperti situs sejarah Istana Benua Raja, rumah masyarakat, drainase, dan lainnya,” kata Tito.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....