BMKG Catat 1.108 Gempa Susulan Pascagempa Bitung

  • 06 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aktivitas gempa susulan terus terjadi pascagempa kuat di Bitung
  • Fenomena ini menunjukkan dinamika tektonik aktif di wilayah Sulawesi Utara
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas gempa susulan terus terjadi pascagempa kuat di Bitung. Fenomena ini menunjukkan dinamika tektonik aktif di wilayah Sulawesi Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan. Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pekan lalu.

"Hingga Senin pagi, gempa susulan tercatat 1.108 kali dan 24 kali dirasakan. Data ini menunjukkan aktivitas seismik masih tinggi di wilayah terdampak," kata Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan episenter gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT. Lokasinya di laut sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung pada kedalaman 33 kilometer.

Rahmat menegaskan gempa tersebut tergolong dangkal dan termasuk kategori megathrust. "Ini gempa dangkal di laut dan termasuk megathrust dari subduksi Laut Maluku," ujarnya.

Ia menjelaskan sumber gempa berasal dari subduksi Laut Maluku ke Sulawesi Utara. Episenter berada di Punggungan Mayu dengan karakter sesar naik.

"Mekanisme sesar naik berpotensi besar memicu tsunami dibandingkan sesar mendatar. Karena itu kami segera mengeluarkan peringatan dini tsunami di wilayah terdampak," ucapnya.

Gempa tersebut memang sempat memicu tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. BMKG mencatat kenaikan muka air laut melalui alat Tide Gauge di beberapa titik.

Di Halmahera Barat, tsunami terdeteksi pukul 06.08 WIB setinggi 0,30 meter. Sementara di Bitung tercatat pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0,20 meter.

Di Sidangoli terdeteksi pukul 06.16 WIB setinggi 0,35 meter. Kemudian Minahasa Utara pukul 06.18 WIB mencapai 0,75 meter.

Adapun di Belang, tsunami terpantau pukul 06.36 WIB setinggi 0,68 meter. Data ini memperkuat karakter gempa yang berpotensi memicu gelombang laut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dan menghindari hoaks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....