BNPB: Delapan Desa Terdampak, Tanggul Jebol di Tiga Titik

  • 04 Apr 2026 12:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meluas setelah tanggul jebol dan air Sungai Tuntang meluap.
  • Hasil kaji cepat BNPB menunjukkan banjir setidaknya berdampak pada delapan desa di empat kecamatan. Yakni, Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

RRI.CO.ID, Demak - Dampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meluas setelah tanggul jebol dan air Sungai Tuntang meluap. Hal ini akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut pada Jumat, 3 April 2026.

Hasil kaji cepat BNPB menunjukkan banjir setidaknya berdampak pada delapan desa di empat kecamatan. Yakni, Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir dalam beberapa hari terakhir. Sehingga menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat drastis.

Tekanan air yang besar membuat tanggul tidak mampu menahan aliran, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga. Sejumlah kawasan permukiman, fasilitas umum, serta lahan pertanian dilaporkan terendam.

Warga di wilayah terdampak mulai melakukan upaya penyelamatan barang-barang berharga dan mengamankan keluarga ke tempat yang lebih aman. Adapun jumlah warga yang mengungsi sebanyak 2.839 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan. Serta meluapnya Sungai Tuntang yang menyebabkan sejumlah tanggul jebol di wilayah terdampak.

Berdasarkan pendataan sementara, pengungsi tersebar di sejumlah titik, antara lain Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko (200 jiwa). Kemudian, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere (500 jiwa), Kantor Kecamatan Guntur (119 jiwa), serta kawasan Tanggul Gobang (400 jiwa).

Selain itu, pengungsi juga berada di balai desa, mushola, madrasah, dan rumah warga yang masih dalam proses pendataan lanjutan. Sebagian pengungsi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapat penanganan dari dinas kesehatan setempat.

Kepala BNPB, Suharyanto memerintahkan jajarannya berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat. Personel BNPB juga telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan dan mempercepat upaya penanganan darurat banjir di Kabupaten Demak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....