Kadisdukcapil DKI: Tren Pendatang Usai Lebaran Didominasi Pencari Kerja
- 03 Apr 2026 20:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Arus kedatangan penduduk baru ke ibu kota didominasi usia produktif
- Data Dukcapil menunjukkan alasan mencari kerja menempati posisi tertinggi dibandingkan alasan lain
- Faktor-faktor untuk mencari pekerjaan itu dikuatkan dengan jumlah usia produktif yang paling tingg
RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mencatat sekitar 34,97 persen pendatang baru ke Jakarta dengan tujuan mencari pekerjaan. Mereka datang pascalibur Lebaran 2026.
Kepala Dinas Dukcapil (Kadisdukcapil) DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengatakan arus kedatangan penduduk baru ke ibu kota didominasi usia produktif. “Kalau datang ke Jakarta itu pasti untuk mencari kerja," kata Denny dalam siniar terkait kependudukan yang dipantau di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.
"Faktor-faktor untuk mencari pekerjaan itu dikuatkan dengan jumlah usia produktif yang paling tinggi." Data Dukcapil menunjukkan alasan mencari kerja menempati posisi tertinggi dibandingkan alasan lain.
Berikutnya, adalah alasan keluarga (32,58 persen), pekerjaan (15,59 persen), perumahan (13,04 persen). Serta, pendidikan (3,49 persen), kesehatan (0,29 persen), dan keamanan (0,03 persen).
Dari sisi demografi, sebanyak 77,84 persen pendatang berada pada rentang usia produktif 15–64 tahun. Rasio jenis kelamin pun relatif seimbang, yakni setiap 100 perempuan terdapat 97 laki-laki.
Sementara dari aspek pendidikan, 78,71 persen pendatang memiliki pendidikan SMA/sederajat ke bawah. Sebanyak 58,96 persen di antaranya diperkirakan berpenghasilan rendah dan bekerja di sektor informal.
“Mereka lebih kepada keterampilannya yang sektor informal,” kata Denny. Selain itu, kemudahan akses layanan publik menjadi faktor kuat yang membuat Jakarta tetap menjadi magnet bagi pendatang.
Layanan transportasi, kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan dinilai mudah diakses. “Layanan publik kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan yang cukup mudah diproses mungkin menjadi faktor utama mengapa Jakarta masih menarik,” ujarnya.
Namun, sekitar 21,05 persen pendatang diketahui tinggal di kawasan RW kumuh dan padat, termasuk wilayah perbatasan Jakarta. Data ini akan dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembinaan UMKM serta upaya formalisasi sektor informal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....