Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi, Simak Sederet Faktanya

  • 03 Apr 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran SPBE Cimuning milik PT Indogas Andalan Kita terjadi 1 April 2026 dan berlangsung sekitar enam jam
  • Dampak kebakaran meluas hingga 2.000 meter persegi, merusak 19 rumah dan sejumlah fasilitas
  • Sebanyak 17 warga mengalami luka bakar tanpa korban jiwa, sementara penyebab masih diselidiki

RRI.CO.ID, Jakarta — Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita, di Cimuning, Kota Bekasi. Peristiwa ini disertai ledakan dan berdampak luas hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi pada Rabu malam, 1 April 2026.

Insiden tersebut menimbulkan kerusakan bangunan, korban luka, serta kepanikan masyarakat di kawasan padat penduduk. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, kebakaran diduga bermula dari gudang penyimpanan gas elpiji. Dalam laporan api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan sekitar akibat sifat gas yang mudah terbakar.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengatakan kebakaran dipicu ledakan di fasilitas SPBE. “Kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan area tersebut,” ujar Idham pada Kamis, 2 April 2026.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum terkait kebakaran SPBE Cimuning Bekasi:

Kebakaran berlangsung hingga enam jam

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Rabu malam dan berlangsung hingga Kamis dini hari, 2 April 2026. Api baru berhasil dipadamkan setelah proses penanganan selama kurang lebih enam jam oleh petugas gabungan.

Kebakaran disertai ledakan yang mempercepat penyebaran api

Kebakaran tidak hanya menimbulkan kobaran api, tetapi juga disertai ledakan yang terjadi beberapa kali di lokasi. Ledakan tersebut membuat api dengan cepat merambat ke berbagai titik, termasuk permukiman warga sekitar SPBE sehingga memperparah dampak kebakaran.

Pemadaman melibatkan banyak armada dan personel gabungan

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan 12 unit mobil damkar dan tiga unit rescue dalam proses pemadaman. Bantuan tambahan juga datang dari Damkar Kabupaten Bekasi dengan tiga unit kendaraan.

“Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan 12 unit mobil damkar dan tiga unit rescue. Sementara itu, Damkar Kabupaten Bekasi turut membantu dengan tiga unit tambahan,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi.

Selain itu, ratusan personel gabungan serta ambulans dari berbagai instansi turut dikerahkan untuk evakuasi dan penanganan korban. Meliputi ambulans puskesmas, Palang Merah Indonesia (PMI), Baznas, hingga relawan.

Kerugian Materil Dampak Kebakaran

Kebakaran melanda area yang cukup luas dengan estimasi mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Dampak kebakaran mencakup fasilitas SPBE, bangunan usaha, hingga lingkungan permukiman di sekitarnya.

BPBD mencatat sebanyak 19 rumah warga mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut. Selain rumah, bangunan lain seperti kios, warung, lapak usaha, hingga satu mushala juga terdampak.

Selain itu, kerusakan juga tidak hanya terjadi pada bangunan utama, tetapi juga fasilitas pendukung di sekitar lokasi kejadian. Tingkat kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat pada sejumlah bangunan terdampak.

Sementara, sejumlah kendaraan yang berada di lokasi juga turut terdampak akibat kobaran api yang meluas. Tercatat enam unit truk SPBE dan tujuh kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

Korban luka mencapai 17 orang tanpa korban jiwa

Sebanyak 17 orang dilaporkan mengalami luka dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi. Mayoritas korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, sementara satu bayi dilaporkan selamat tanpa luka.

“Korban dalam perawatan berjumlah 17 jiwa. Sementara korban meninggal dunia nihil,” ujar Idham.

Dugaan penyebab masih dalam penyelidikan

Sejumlah dugaan awal muncul terkait penyebab kebakaran berdasarkan informasi dari lapangan. Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengungkapkan kebakaran di area SPBE Cimuning diduga berawal dari kebocoran gas.

"Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk terkait penyebab kebakaran. Namun infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi," kata Heryanto di Bekasi, Kamis, 4 April 2026.

Menurut dugaannya, api pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE hingga mengakibatkan ledakan dan menghanguskan area tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya hubungan pendek arus listrik yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi ya," ucapnya.

Pertamina menyatakan akan bertanggung jawab atas dampak kejadian

Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di SPBE tersebut. Perusahaan memastikan akan menanggung biaya pengobatan korban serta melakukan pendataan untuk penanganan kerusakan warga.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak. Korban yang terdampak maksudnya, kita akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengatakan akan menanggung pengobatan para korban merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah atas musibah tersebut. Menurutnya, pengobatan korban akan ditanggung penuh baik dengan skema BPJS atau lainnya.

Saat ini garis polisi telah dipasang di depan gerbang SPBE yang terbakar dan gerbang terlihat tertutup rapat. Garis polisi juga terpasang di area lokasi kebakaran untuk membatasi akses ke tempat kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran tersebut. Tim laboratorium forensik juga telah diterjunkan untuk mengusut penyebab pasti kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....