Pemkot Bekasi Tanggung Pengobatan 14 Korban Kebakaran SPBE Bekasi

  • 02 Apr 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban kebakaran SPBE di Kota Bekasi mencapai 14 orang
  • Pemkot Bekasi menjanjikan menanggung pengobatan para korban hingga tuntas
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan akan menanggung pengobatan 14 orang korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, kebijakan menanggung pengobatan para korban merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah atas musibah tersebut.

Menurutnya, pengobatan korban akan ditanggung penuh baik dengan skema BPJS atau lainnya. Ia mengatakan, kejadian tersebut berdampak cukup luas, termasuk terhadap permukiman warga di sekitar lokasi.

"Dampak yang ada di sekitar sini tentunya rumah warga beberapa yang terdampak. Bahkan, korban kurang lebih hampir 14 orang," kata Harris saat meninjau lokasi kejadian, Kamis, 2 April 2026.


Lebih lanjut, ia memastikan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Meskipun sejumlah korban mengalami luka bakar serius, bahkan hingga mencapai 90 persen.

"Para korban sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit Tipe A kita. Baik, di RSUD Chasbullah maupun rujukan ke RS Cipto Mangunkusumo agar mendapatkan penanganan yang baik," katanya.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, akan memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik. Dari awal pengobatan hingga proses pemulihan selesai.

"Karena ini adalah musibah yang tidak bisa diprakirakan. Insya Allah semua korban itu akan menjadi tanggungan dari Pemerintah Kota Bekasi," ucapnya.


Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi melaporkan, kebakaran pertama kali diterima pada pukul 21.08 WIB. Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto mengatakan, sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan guna mengendalikan kobaran api.

Menurutnya, proses pemadaman api cukup lama, yakni sejak Rabu, 1 April 2026 malam saat kejadian hingga menjelang Subuh. "Prosesnya memakan waktu lama, karena ini termasuk kebakaran dengan risiko tinggi," katanya.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian ke tabung utama. Api kemudian menyebar melalap bangunan SPBE serta mengenai sebagian rumah warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....