Tim SAR Mulai Bergerak ke Wilayah Gempa Magnutudo 7,6

  • 02 Apr 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa M7,6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara
  • Pengakhiran dilakukan pukul 09.56 WIB setelah pemantauan intensif
  • Data tide gauge diamati tiga kali sebagai dasar pengambilan keputusan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, tim SAR mulai bergerak masuk wilayah terdampak gempa bermagnitudo 7,6 usai pengakhiran peringatan dini gempa, Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut), Kamis, 2 April 2026 pukul 06.48 Wita atau 05.48 WIB.

BMKG merilis data pengamatan muka air laut atau tide gauge secara bertahap tiga kali, yakni sekitar 59 menit, 1 jam 38 menit, hingga 3 jam 45 menit setelah gempa, sesuai prosedur operasional standar "Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir," kata Faisal dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis. 2 April 2026.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dalam pemantauan dan penanganan dampak gempa di Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut). Baik, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Selain itu, menurutnya, peran media massa penting dalam menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya misinformasi. "Peningkatan mitigasi bencana penting, termasuk pembangunan infrastruktur tahan gempa dan kewaspadaan di wilayah rawan tsunami," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait di daerah. "Peningkatan mitigasi bencana penting, termasuk pembangunan infrastruktur tahan gempa dan kewaspadaan di wilayah rawan tsunami," ucapnya.

BMKG mencatat gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir. Di antaranya Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, dan Minahasa Utara 0,75 meter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....