Petugas Berjibaku Padamkan Api di Stasiun Pengisian LPG Bekasi hingga Waktu Subuh

  • 02 Apr 2026 11:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Proses pemadaman kebakaran SPBE di Bekasi berlangsung hingga Kamis 2 April 2026 pagi.
  • Sebanyak 12 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api bersama ratusan personel.

RRI.CO.ID, Bekasi – Proses pemadaman api yang menghanguskan stasiun pengisian bluk elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, berjalan tidak mudah. Petugas pemadam kebakaran (damkar) harus berjibaku sejak Rabu 1 April 2026 malam hingga menjelang waktu subuh pada keesokan harinya.

Kebakaran di stasiun pengisian elpiji atau LPG itu berlangsung sejak pukul 21.00 WIB pada Rabu 1 April 2026. Sedangkan api berhasil dipadamkan secara total pada Kamis 2 April 2026 sekitar pukul 03.30 WIB menjelang subuh.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto Suparjan, mengatakan kebakaran di SPBE Cimuning termasuk berisiko tinggi. “Jadi penanganannya tidak mudah dan membutuhkan waktu lama," ujarnya, Kamis, 2 April 2026.

Menurut Heryanto, Disdamkarmat harus menerjunkan 12 unit armada pemadam kebakaran plus unit Rescue untuk memadamkan api. Sedangkan personel yang terlibat kurang lebih mencapai 100 orang.


Menurut keterangan Disdamkarmat Kota Bekasi, hasil identifikasi awal menunjukkan sumber api berasal dari gudang penyimpanan gas elpiji. Kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh area tersebut.

"Penyebab pastinya sedang dalam penyelidikan pihak Kepolisian,” kata Heryanto. Namun, lanjut dia, dugaan awal mengarah pada kebocoran gas serta kemungkinan dari korsleting listrik.


Insiden kebakaran itu mengakibatkan 12 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Peristiwa tersebut juga mengakibat kerusakan infrastruktur mulai dari yang berat, ringan, hingga sedang.

Kerusakan berat meliputi satu unit warung kopi, satu unit lapak rongsokan, serta satu unit lapak nasi dan gorengan. Selain itu ada enam unit mobil truk SPBE dan tujuh unit kendaraan roda dua.

Sementara untuk rusak sedang mencakup empat unit kios, termasuk gudang SPBE itu sendiri. Sedangkan kerusakan ringgan dialami 10 unit rumah warga dan satu mushola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....