Antisipasi Dampak Krisis Global, Pemkab Bekasi Perkuat Pendapatan Asli Daerah
- 31 Mar 2026 06:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkab Bekasi akan berupaya mendongkrak sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global
- Beberapa potensi pendapatan akan dimaksimalkan guna mendongkrak PAD
- Instansi atau Dinas Penghasil di Kabupaten Bekasi menjadi kunci peningkatan PAD di Kabupaten Bekasi
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Pemkab Bekasi berupaya memperkuat sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja di Komplek Pemkab Bekasi, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, untuk memperkuat sektor PAD pihaknya akan segera mengumpulkan sejumlah dinas penghasil di Pemkab Bekasi. Pemanggilan dilakukan untuk memetakan potensi PAD yang bisa digali.
Ia mencontohkan sejumlah sektor yang menjadi perhatian, seperti retribusi pasar, parkir, layanan fasilitas umum, hingga pajak air tanah. Menurutnya, optimalisasi sektor-sektor tersebut menjadi kunci menjaga kestabilan fiskal daerah.
“Kita akan panggil dinas penghasil untuk memetakan potensi yang bisa digali. Dari sektor retribusi, pajak daerah, hingga layanan publik, semua harus dimaksimalkan,” katanya.
Pemkab Bekasi juga berfokus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM serta kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi lintas perangkat daerah akan diperkuat, termasuk dengan dinas perdagangan dan pihak terkait lainnya.
“Kita tidak ingin ada gejolak di masyarakat, seperti kelangkaan BBM atau kenaikan harga yang tidak terkendali. Pemerintah harus hadir memastikan semuanya tetap stabil,” katanya.
Asep juga mengajak seluruh ASN dan jajaran perangkat daerah untuk bekerja lebih optimal di tengah tantangan yang ada. Ia mengingatkan pentingnya kolaborasi dan semangat bersama dalam menjaga kinerja pemerintahan.
“Kita sedang bekerja di tengah situasi yang tidak mudah. Tapi dengan kerja sama dan semangat bersama, kita optimistis Kabupaten Bekasi tetap bisa bangkit, maju, dan masyarakatnya sejahtera,” tandasnya.
Asep juga menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia memastikan Pemkab Bekasi akan berupaya keras agar tidak terjadi pemutusan kontrak akibat keterbatasan anggaran.
“Kita tidak ingin PPPK terdampak. Karena itu, semua jajaran harus bekerja maksimal agar pendapatan daerah meningkat dan kekurangan anggaran bisa tertutupi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa meskipun dampak global belum dirasakan secara signifikan di Indonesia, langkah antisipatif perlu segera dilakukan. Sehingga Kabupaten Bekasi tidak terdampak ke depannya.
“Memang saat ini dampaknya belum terlalu terasa, tetapi kita harus bersiap. Hampir semua negara sudah terdampak, dan Indonesia tidak menutup kemungkinan akan ikut terdampak,” ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....