Tambah Sekolah Rakyat Rintisan, Mensos Tinjau STIP Marunda

  • 28 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf meninjau lokasi calon Sekolah Rakyat di STIP Marunda, Jakarta Utara
  • Pemerintah berencana menambah Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu
  • STIP Marunda ditargetkan menampung sekitar 150 siswa dengan dukungan fasilitas dan asrama

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau calon lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda. Sekolah yang berlokasi di Jakarta Utara ini, direncanakan menjadi tambahan Sekolah Rakyat rintisan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menyampaikan rencana pemerintah untuk memperluas program pendidikan dengan menambah jumlah Sekolah Rakyat rintisan. Penambahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

“Lokasi ini direncanakan menjadi sekolah rintisan tambahan. Karena pemerintah ingin menambah Sekolah Rakyat di sekitar Jakarta,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Maret 2026.

Program Sekolah Rakyat ini sebelumnya telah berjalan di sejumlah titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa lokasi tersebut antara lain Pondok Indah, Bambu Apus, Pasar Rebo, serta wilayah Bekasi dan Bogor.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga meninjau fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar yang tersedia. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama, hingga ruang makan yang akan dimanfaatkan untuk sekolah.

Mensos menilai fasilitas yang tersedia di lokasi tersebut sudah memadai untuk digunakan sebagai Sekolah Rakyat. “Saya lihat sarana dan prasarananya sudah cukup baik dan siap digunakan,” ujarnya.

Kawasan STIP diketahui memiliki luas sekitar 38 hektare dengan puluhan bangunan yang tersedia. Sebagian fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat rintisan.

Sekolah Rakyat di lokasi ini direncanakan mampu menampung sekitar 150 siswa. Kegiatan pendidikan akan didukung tenaga pengajar serta pendamping, termasuk wali asuh dan wali asrama.

Sementara itu, Ketua STIP Tri Cahyadi menjelaskan kapasitas setiap kelas berkisar antara 24 hingga 27 siswa dengan total enam ruang kelas. Selain itu, juga disiapkan asrama putra dan putri untuk menunjang kegiatan belajar para peserta didik.

Pemerintah berharap dengan penambahan Sekolah Rakyat rintisan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Program ini ditujukan terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....