BPBD Catat 25 Titik Longsor di Majalengka Pascalebaran

  • 25 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Jawa Barat, mencatat sedikitnya 25 titik longsor terjadi di wilayah selatan.
  • Bencana Longsor Majalengka terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin 23 Maret 2026 malam, atau pasca Lebaran 2026.
  • BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengoptimalkan upaya penanganan. Guna meminimalkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Majalengka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Jawa Barat, mencatat sedikitnya 25 titik longsor terjadi di wilayah selatan. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin 23 Maret 2026 malam, atau pascalebaran 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan puluhan titik longsor itu tersebar di 11 desa. Mayoritas kejadian berada di Kecamatan Lemahsugih.

“Setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan relawan, kami langsung menerjunkan tim ke lapangan. Guna melakukan kaji cepat,” ujar Agus dalam keterangannya di Majalengka, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pendataan masih terus dilakukan guna memastikan jumlah titik terdampak. Serta kebutuhan mendesak warga di lokasi bencana.

Selain longsor, BPBD juga mencatat sejumlah kejadian lain, seperti pergerakan tanah di beberapa titik, banjir bandang di Desa Margajaya. Serta satu rumah warga yang tersambar petir di Blok Pasir Cabe, Desa Sinargalih.

Menurut Agus, wilayah selatan Majalengka memang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana longsor. Terutama saat curah hujan meningkat dalam durasi lama.

Dalam penanganannya, BPBD Majalengka telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan, TNI-Polri. Serta relawan untuk melakukan langkah tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak.

Penanganan dilakukan melalui pembersihan material longsor yang sempat menutup akses jalan desa. Serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Agus menyebutkan, beberapa akses jalan sempat tertutup material longsor sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat rangkaian bencana tersebut.

Tim gabungan dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta TNI-Polri juga dikerahkan dengan dukungan alat berat. Guna mempercepat penanganan di lapangan.

“Tim BPBD dan Dinas PUTR dibantu TNI-Polri melakukan perbaikan di beberapa titik yang terkena longsoran menggunakan alat berat. Seperti di Jalan Ciranca dan ruas Padarek-Kalapadua,” katanya.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengoptimalkan upaya penanganan. Guna meminimalkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....