Tradisi Ngupat Bareng Pererat Keakraban di Rutan Pandeglang

  • 21 Mar 2026 20:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Pandeglang - Suasana hangat menyelimuti Rutan Kelas IIB Pandeglang saat petugas dan warga binaan duduk bersama menikmati hidangan ketupat setelah pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Tradisi "Ngupat Bareng" ini menjadi agenda rutin setahun sekali guna menghadirkan nuansa kekeluargaan di balik jeruji besi pada hari raya.

Kegiatan makan bersama ini dirancang sebagai strategi penguatan mental bagi penghuni rutan yang tidak dapat merayakan lebaran di rumah masing-masing. Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Achmad Zaki, menyebut momentum makan ketupat bersama merupakan cara efektif untuk mengakrabkan hubungan antara petugas dan warga binaan.

Melalui interaksi yang santai, sekat-sekat formalitas mencair dan digantikan dengan komunikasi yang lebih humanis. Hal ini dianggapnya penting untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan di dalam rutan selama masa libur panjang lebaran.

"Kegiatan makan bersama ketupat ini merupakan momentum sangat jarang dan menjadi strategi kami untuk saling menguatkan serta mengakrabkan petugas dengan rekan-rekan warga binaan. Kami melaksanakan ini agar suasana Idulfitri di dalam rutan tetap terasa hangat seperti di rumah," ujar Zaki, Sabtu 21 Maret 2026.

Menurut Zaki pelaksanaan salat Idulfitri di Mushola Rutan berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh penghuni beserta para sipir yang bertugas. Kehadiran menu khas lebaran seperti ketupat dan opor dinilai Zaki menjadi pelipur lara bagi warga binaan yang merindukan suasana berkumpul dengan keluarga.

Inisiatif ini sepenuhnya dikelola oleh pihak rutan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan di hari fitri. Tradisi ini diharapkannya mampu mengubah cara pandang warga binaan terhadap proses pemasyarakatan yang mereka jalani.

Keakraban yang terjalin menjadi modal sosial bagi petugas dalam melakukan pembinaan sehari-hari agar lebih mudah diterima oleh para penghuni. Momentum ini juga menurutnya dimanfaatkan sebagai ruang refleksi diri bagi warga binaan untuk merenungi kesalahan masa lalu dan bertekad memulai lembaran baru.

Namun, Zaki mengatakan kegiatan makan bersama ini tetap dilakukan dengan mengedepankan prosedur keamanan yang ketat tanpa mengurangi nilai kekeluargaan. Seluruh warga binaan diberikan porsi yang sama sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan di hari raya.

Pihak rutan berkomitmen untuk terus menghidupkan tradisi ini pada setiap perayaan Idulfitri maupun Iduladha di masa mendatang. "Harapan kami di momen Idulfitri ini warga binaan senantiasa makin berubah sikapnya menjadi lebih baik lagi," ucapnya.

"Semoga pada saat mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat nanti dapat diterima dengan baik oleh lingkungan asalnya."

Zaki berharap kegiatan tahunan ini membuat warga binaan semakin menunjukkan perubahan ke arah yang lebih positif. Dengan merasa diperlakukan secara manusiawi, tingkat stres penghuni rutan diharapkannya dapat menurun sehingga risiko konflik internal dapat diminimalisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....