Pemerintah Kebut Pemulihan Akses Desa Terdampak Banjir di Tapteng

  • 21 Mar 2026 07:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus mempercepat pemulihan desa-desa yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi November 2025
  • Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan antardesa di Tapteng agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih
  • Pemerintah tetap menyiagakan tenda darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan.

RRI.CO ID, Tapanuli Tengah - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus mempercepat pemulihan desa-desa yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi November 2025. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan antardesa agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan upaya perbaikan terus dilakukan. Meski pun sempat terkendala akses yang kembali terputus di sejumlah titik.

“Proses pemulihan di desa-desa yang terkena bencana itu, kita membuka akses, meskipun kemarin sudah kita kerjakan. Kemudian ada yang terputus kembali seperti di daerah Muara Sibuntuon lalu Desa Puraba itu terus kita kebut,” ujar Masinton di Masjid Al Muslimin, Pandan, Jumat 20 Maret 2026.

Ia menegaskan, pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi desa yang terisolir akibat bencana tersebut. Selain itu, Pemkab juga berupaya mengosongkan tenda-tenda pengungsian dengan memindahkan warga ke hunian sementara.

“Target kita tidak ada lagi desa terisolir dan pengungsi di tenda darurat bisa nol. Maka dari itu, kita tarik semua ke hunian sementara,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiagakan tenda darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan. Sejumlah fasilitas milik pemerintah seperti sekolah, kantor, dan gelanggang olahraga juga disiapkan sebagai lokasi evakuasi alternatif bagi warga terdampak.

Adapun wilayah yang terdampak banjir bandang meliputi Desa Sibio-Bio di Kecamatan Sibobangun, serta Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar di Kecamatan Tukka. Selain itu, kawasan Hutanabolon dan Kolong juga terdampak cukup parah pada akhir 2025.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pemulihan masih berlangsung di Desa Hutanabolon dan Kecamatan Pasar Tukka. Warga terlihat terus membenahi rumah yang masih dapat dihuni, sementara alat berat masih beroperasi untuk mengeruk lumpur dan melakukan normalisasi Sungai Tukka guna mencegah banjir susulan.

Namun, tidak sedikit rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat tertimbun lumpur dalam jumlah besar, sehingga tidak lagi layak ditempati. Warga yang terdampak parah tersebut masih harus mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu proses pemulihan selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....