Simak Empat Fakta Longsoran Sampah di Bantargebang
- 10 Mar 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami longsor dan menewaskan 6 orang. Ada sejumlah fakta yang diketahui tentang tragedi longsoran sampah ini.
Longsor terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Tepatnya di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.
Tumpukan sampah yang longsor tersebut menutup akses jalan di area TPST. Dan menimpa warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi.
Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST. Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung.
Setelah kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST. Sehingga petugas segera menuju lokasi.
Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator.
- 1. Cuaca Ekstrem
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang yang menewaskan 6 orang dipicu hujan ekstrem. Dia mengatakan hujan menyebabkan permukaan gunungan sampah licin hingga memicu longsor.
"Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu. Hal itu menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," kata Pramono dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 10 Maret 2026.
"Kemarin karena curah hujannya itu tinggi sekali. Kemarin itu 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta," ucapnya, menambahkan.
Menurutnya, air membuat tumpukan sampah menjadi tidak stabil. Akibatnya, material sampah bergeser hingga memicu longsor.
- 2. Zona Terdampak Ditutup
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup sementara zona 4A di TPST Bantargebang setelah longsor yang menewaskan empat orang. Pemprov DKI menyiapkan dua lokasi sementara untuk menampung sampah dari Jakarta.
"Yang ditutup hanya di zona 4A. Tetapi di zona 3 tetap digunakan untuk menampung, dan dua lagi yang sudah dipersiapkan di lapangan," kata Pramono.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,8 Landa Bener Meriah Aceh |
Dia berharap pemulihan bisa segera dilakukan agar operasi zona 4A dapat kembali normal. Ia juga menargetkan pembersihan sampah sisa longsor dari Sungai Ciketing bisa segera tuntas.
- 3. Korban Tewas Jadi Enam Orang
Awalnya, korban tewas sebanyak empat orang. Malam ini, korban tewas bertambah menjadi 6 orang.
"Pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dibawa menuju RS Polri Kramat Jati," ujarnya.
- 4. Temuan Motor
Pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, hari ini dilanjutkan. Brimob Polda Metro Jaya ikut turun melakukan pencarian di lokasi.
Proses pencarian dilakukan sejak Senin, 9 Maret 2026. Pencarian dilakukan di area tempat truk sampah dan warung tertimbun gunungan sampah.
Satuan Brimob Polda Metro Jaya menurunkan Tim SAR dari Batalyon D Pelopor. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto.
Personel Brimob turut melakukan penyisiran di area longsoran serta membantu membuka timbunan material sampah. Terutana pada area yang menutup sebagian akses di kawasan TPST Bantargebang.
Hingga kini, tim gabungan masih terus mencari korban yang diduga masih tertimbun material longsoran. Selain pencarian korban, petugas juga telah mengevakuasi sejumlah kendaraan truk sampah yang sebelumnya tertimbun di lokasi kejadian.
Pada proses penyisiran lanjutan sekitar pukul 11.30 WIB, petugas juga menemukan sebuah sepeda motor di area longsoran. Motor tersebut langsung diamankan oleh Polsek setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kombes Henik menegaskan bahwa personel Brimob akan terus membantu proses pencarian korban bersama tim gabungan. "Kami lakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan serta situasi di lokasi dipastikan aman," ujarnya.
Hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung dengan dukungan alat berat. Dan pengamanan di sekitar area longsoran guna mengantisipasi potensi longsor susulan dari timbunan sampah yang masih cukup tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....