Polisi Duga Masih Ada Korban Tertimbun Longsor Sampah TPST Bantargebang

  • 08 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah korban diduga masih tertimbun dalam peristiwa longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Minggu 8 Maret 2026. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hingga kini petugas masih melakukan penanganan dan pencarian di lokasi kejadian.

“Diduga masih terdapat korban lain yang belum ditemukan. Serta beberapa truk sampah yang turut tertimbun material longsor,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu 8 Maret 2026, di area TPST DKI Zona 4C yang berada di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi. Menurutnya, Polda Metro Jaya bersama tim terkait telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta membantu proses pencarian korban.

“Terkait peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Polda Metro Jaya telah melakukan penanganan di lapangan,” katanya. Namun demikian, Budi menyebutkan jumlah pasti korban masih menunggu hasil pencarian dan pendataan lebih lanjut dari tim di lapangan.

Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta melaporkan tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di TPST Bantargebang. Tepatnya di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan tiga korban meninggal. Terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

“Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung. Sedangkan satu korban lainnya Dedi Sutrisno merupakan sopir truk,” ujarnya.

Desiana menambahkan proses pendataan masih terus dilakukan karena sejumlah truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi juga tertimbun material longsor. “Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....