Pemkab Buleleng Lakukan Penanganan Terpadu Dampak Banjir Bandang

  • 08 Mar 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai melakukan penanganan terpadu dampak bencana banjir bandang di sejumlah wilayah. Langkah ini difokuskan pada kawasan Kecamatan Banjar dan sekitarnya.

Penanganan dilakukan sejak 6 hingga 7 Maret 2026. Berbagai instansi dikerahkan membantu masyarakat terdampak bencana.

Salah satu keputusan adalah pengerahan dua unit alat berat. Peralatan disiapkan oleh Dinas PUPR Perkim Buleleng untuk membantu penanganan lokasi terdampak.

Alat berat tersebut akan digunakan selama enam hari di lapangan. Langkah ini bertujuan mempercepat pembersihan material akibat bencana.

Pemerintah juga menyiapkan distribusi air bersih bagi warga terdampak. Sebanyak enam mobil tangki dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Distribusi dilakukan secara kolaboratif oleh beberapa instansi. “Desa yang memerlukan suplai air bersih meliputi Banjar Tegeha hingga Bestala,” kata Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi,

Instansi tersebut meliputi BPBD Buleleng, PMI Buleleng, dan PDAM setempat. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga turut mendukung distribusi air.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Pelayanan kesehatan diberikan melalui puskesmas di wilayah tersebut.

Untuk mempercepat koordinasi, pemerintah membentuk posko terpadu. Posko utama ditempatkan di kantor BPBD Kabupaten Buleleng.

Pos lapangan juga didirikan di kantor Polsek Banjar. Langkah ini memudahkan koordinasi penanganan di lapangan.

Pemerintah juga memperhatikan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Beberapa sekolah akan dibersihkan melalui kegiatan gotong royong.

Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. “Sekolah terdampak akan dibersihkan agar kegiatan belajar segera normal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....