Hadapi Mudik, Cirebon Prioritaskan Perbaikan 16 Ruas Jalan Alternatif

  • 05 Mar 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memprioritaskan perbaikan 16 ruas jalan yang difungsikan sebagai jalur alternatif guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas pemudik tetap lancar ketika terjadi kepadatan di jalur utama yang melintasi wilayah Cirebon.

Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada periode mudik. Kabupaten Cirebon sendiri merupakan salah satu wilayah strategis yang menjadi lintasan utama pemudik di jalur Pantura.

“Kami menargetkan pekerjaan tersebut selesai sebelum H-7 Idul Fitri. Ini agar bisa dilalui,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon Sunanto, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan pekerjaan pemeliharaan rutin pada ruas jalan kabupaten tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan depan. Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas yang berpotensi mengalami peningkatan arus kendaraan selama musim mudik.

Menurut Sunanto, jalur alternatif menjadi fokus utama perbaikan karena sering dimanfaatkan pemudik saat terjadi kepadatan di jalur utama. Keberadaan jalur tersebut dinilai penting sebagai penyangga arus lalu lintas agar distribusi kendaraan tetap terkendali.

Beberapa ruas jalan alternatif yang menjadi prioritas perbaikan berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Di antaranya ruas Kanci–Sindanglaut, Pabuaran, Ciawigajah, Gebangilir–Waled, hingga Jatiseeng–Pabuaran.

Ia menambahkan kondisi infrastruktur jalan harus dipastikan dalam keadaan mantap mengingat Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah lintasan utama pemudik saat Idul Fitri. Oleh karena itu, pemeliharaan dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan total panjang jalan di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.240 kilometer. Dengan panjang tersebut, penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Menurut dia, pembangunan dan perbaikan jalan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan perencanaan berkelanjutan dari tahun ke tahun. Karena itu, pembenahan tidak dapat dilakukan secara instan dalam satu periode anggaran.

“Oleh karena itu, kami melakukan pembenahan secara bertahap,” kata Agus. Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Menurutnya, perbaikan jalan menjelang Lebaran menjadi langkah strategis untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan infrastruktur jalan dalam kondisi layak. Guna mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....