Patuhi Anjuran Pemerintah, Travel di Aceh Tahan Umrah
- 02 Mar 2026 19:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Timur – Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Aceh memilih mematuhi imbauan pemerintah dengan menunda keberangkatan jamaah. Keputusan ini diambil menyusul kondisi keamanan di Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.
Salah satunya, Direktur PT Abu Hindi Aceh Timur, Tgk H.M. Iqbal Hanafiah, MA, mengatakan, pihaknya sebenarnya telah memesan tiket sejak jauh hari. Pemesanan itu untuk 30 jamaah dengan rute penerbangan langsung Kuala Namu–Jeddah yang direncanakan berangkat pada awal Syawal.
“Jauh hari sebelum konflik berkecamuk, kami sudah membooking tiket awal Syawal. Kami akan terus memantau perkembangan situasi sebelum memastikan keberangkatan,” ujarnya.
Menurutnya, penerbangan langsung ke Jeddah umumnya tidak terdampak situasi keamanan. Namun, penerbangan transit ke sejumlah negara Timur Tengah mengalami gangguan.
Negara transit yang terdampak antara lain Bahrain, Emirat, Abu Dhabi, dan Qatar. Karena itu, pihaknya bersikap hati-hati demi keselamatan dan kenyamanan jamaah.
"Semoga kondisi keamanan segera mereda menjelang 1 Syawal 1447 Hijriah. Jamaah kami imbau tetap tenang serta memperbanyak doa selama Ramadan," ucapnya.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhan) mengimbau masyarakat menunda keberangkatan umrah. Imbauan tersebut terkait konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Akhmad Fauzin meminta, jamaah menunda keberangkatan hingga situasi aman. Ia menegaskan keselamatan jiwa jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kami terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi dilakukan bersama KBRI, Konjen, Menteri, dan Wakil Menteri,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....