Banjir Sembakung Meluas, Akses Darat Lumpuh
- 02 Mar 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nunukan - Memasuki hari keempat status tanggap darurat, banjir di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kian meluas. Ketinggian air kini mencapai 4,35 meter dari batas normal 3 meter.
Kondisi ini membuat akses darat lumpuh, terutama di wilayah permukiman terendah yang berada di bantaran sungai. Kepala Pos BPBD Kecamatan Sembakung, Taufik, mengatakan wilayah RT 6 dan RT 7 menjadi kawasan paling terdampak karena posisinya paling hilir dari daerah aliran sungai.
Aktivitas warga di dua RT tersebut saat ini sepenuhnya bergantung pada transportasi air. "Itu memang yang paling rendah wilayahnya, sekarang ini naik perahu saja untuk akses karena jalan terendam semua," kata Taufik, Senin, 2 Maret 2026, dilansir dari RRI Nunukan.
Taufik menjelaskan, distribusi logistik dari BPBD Kabupaten Nunukan masih dalam perjalanan karena harus menyeberangi laut sehingga membutuhkan waktu yang lama. Untuk penanganan sementara, pihak kecamatan telah menyalurkan sembako yang tersedia di lumbung pangan.
"Iya, dari kabupaten sementara dalam perjalanan karena nyeberang laut. Jadi butuh waktu, ini kita salurkan yang masih tersedia di lumbung pangan," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 10 hari, terhitung sejak 27 Februari hingga 8 Maret 2026. Penetapan status ini dilakukan menyusul meluasnya genangan dan meningkatnya debit air di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 10 kecamatan terdampak banjir, yakni Sebuku, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung, Sembakung Atulai, Krayan, Krayan Barat, dan Krayan Timur. Kondisi ini menunjukkan skala bencana yang cukup luas dan membutuhkan percepatan distribusi bantuan serta koordinasi lintas wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....