Hutama Karya Terapkan Rekayasa Lalin Tol Padang-Sicincin
- 01 Mar 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Padang - PT Hutama Karya (Persero) menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Padang–Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Tepatnya di KM 18+998 pada 2–3 Maret 2026 pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi pemasangan balok jembatan (erection girder) pada pembangunan Interchange Lubuk Alung yang menjadi bagian dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru–Padang. "Rekayasa lalu lintas ini sehubungan dengan pekerjaan pemasangan balok jembatan (erection girder)," kata Vice President Komunikasi Korporat PT Hutama Karya (Persero) Rizki Dana, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan pemasangan balok jembatan tersebut kembali dilakukan guna mempercepat penyelesaian Interchange Lubuk Alung yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah tersebut. Rekayasa lalu lintas diterapkan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran proses konstruksi di lapangan.
Selama periode pekerjaan berlangsung, Hutama Karya menyiapkan dua skema pengaturan arus lalu lintas bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi proyek. Skema pertama yakni penerapan jalur detour di KM 18+998 pada titik pekerjaan erection girder bagi kendaraan dari arah Gerbang Tol Kapalo Hilalang menuju Gerbang Tol Padang.
Skema kedua berupa pengalihan arus ke jalan nasional bagi pengguna jalan dari arah Gerbang Tol Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang. Untuk memastikan pengaturan berjalan aman dan terkendali, perusahaan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar.
Jalur detour yang digunakan berada di sisi jalan eksisting dan akan dilengkapi rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta perangkat keselamatan lainnya guna meminimalkan risiko di lapangan. Selain itu, petugas pengatur lalu lintas disiagakan di sejumlah titik krusial serta dilakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi agar informasi rekayasa lalu lintas tersampaikan secara optimal kepada masyarakat.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman. Serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas," ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36 kilometer telah beroperasi sejak 28 Mei 2025 dan menjadi penghubung strategis di Ranah Minang. Kehadiran interchange, termasuk Interchange Lubuk Alung, diharapkan semakin memperkuat konektivitas kawasan dan memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....