BMKG Sorong Jelaskan Sumber Gempa di Timur Indonesia

  • 26 Feb 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Sorong - Indonesia dikenal sebagai wilayah yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia sehingga memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan timur Indonesia kerap mengalami gempa tektonik.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Sorong, Arfandi N Patandu, menjelaskan bahwa sumber gempa tektonik terbagi menjadi dua sistem utama. Dua zona yakni zona subduksi dan zona sesar.

“Zona subduksi itu adalah batas pertemuan lempeng, di mana satu lempeng menujam ke bawah lempeng lainnya. Ini juga sering disebut sebagai zona megathrust,” ujarnya dilansir dari RRI Sorong, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa sesar merupakan rekahan pada kerak bumi yang mengalami pergeseran akibat gaya tektonik. “Lempeng-lempeng bumi sebenarnya tidak diam," katanya.

"Mereka bergerak satu sama lain karena adanya arus konveksi di dalam bumi. Pergerakan inilah yang memicu terbentuknya patahan atau sesar."

Salah satu sesar aktif di kawasan timur Indonesia adalah Sesar Sorong. “Sesar Sorong ini bukan sesar tunggal, tetapi terdiri dari banyak segmen," ucapnya.

"Kurang lebih ada 13 segmen sesar. Sekitar lima segmen berada di wilayah utara Papua.”

Ia menjelaskan Sesar Sorong merupakan sesar geser mendatar atau strike-slip dengan laju geser tinggi dan segmentasi kompleks. “Karakteristiknya menghasilkan gempa dangkal yang sering dan menyebar," katanya.

"Ini yang menjadikan Sesar Sorong sebagai salah satu sumber ancaman gempa bumi signifikan di wilayah Sorong dan sekitarnya."

Dengan kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terus melakukan pemantauan intensif di kawasan timur Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....