Jepara Bangun Museum Kartini Berbasis Pemberdayaan Perempuan
- 25 Feb 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Kartini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, didorong bertransformasi menjadi pusat studi perempuan yang hidup dan dinamis, tidak sekadar ruang penyimpanan sejarah. Gagasan tersebut menguat seiring upaya menjadikan museum sebagai ruang diskusi, penelitian, serta penguatan kapasitas perempuan di era modern.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan pandangannya saat mengunjungi Museum Kartini bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Kedatangan keduanya disambut Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M Ibnu Hajar dalam rangka memperkuat peran museum sebagai ruang refleksi perjuangan perempuan.
“Museum Kartini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang refleksi atas nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini yang hingga kini masih sangat relevan,” kata Lestari Moerdijat, Rabu, 25 Februari 2026. Ia menegaskan nilai kebebasan dan kemandirian perempuan harus terus diperjuangkan agar perempuan mampu tampil di depan memperjuangkan nilai kemanusiaan.
“Kebebasan perempuan, kemandirian perempuan, dan kemampuan perempuan untuk kemudian berada di depan. Termasuk memperjuangkan nilai-nilai, bukan hanya nilai perjuangan tapi yang paling penting nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, museum harus berkembang menjadi pusat studi perempuan yang aktif menyelenggarakan diskusi, riset, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, museum tidak hanya menyimpan artefak sejarah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan literasi dan gerakan pemikiran perempuan.
Sementara itu, Saan Mustopa mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jepara yang menjadikan pendopo bekas rumah dinas bupati sebagai Museum Kartini. “Ini bupatinya rela untuk tidak menempati lagi, ini menjadi sebuah komitmen penghargaan terhadap leluhur yang terus diabadikan melalui Museum Kartini,” ucap Saan.
Ia menegaskan menjaga warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama, terlebih sosok Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai pahlawan literasi dan pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi, Saan turut menyerahkan bantuan mobil Taman Baca Masyarakat (TBM) bagi masyarakat Jepara.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya penghapusan pajak buku guna meningkatkan minat baca dan akses literasi masyarakat. Bupati Jepara Witiarso Utomo berharap dukungan DPR dan MPR RI dapat mempercepat realisasi sejumlah usulan pembangunan daerah.
“Kami merasa terhormat dengan kedatangan Pak Saan dan Bu Rerie yang memperhatikan museum. Kami mengajukan beberapa usulan, semoga bisa terealisasi untuk masyarakat Jepara,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat posisi Jepara sebagai kota literasi. Selain itu, transformasi Museum Kartini juga diharapkan meneguhkan Jepara sebagai pusat pengembangan nilai perjuangan perempuan yang diwariskan R.A. Kartini dan tetap relevan sepanjang zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....