Huntara di Aceh Utara Bakal Rampung Sebelum Lebaran
- 24 Feb 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan sebanyak 44 blok Hunian Sementara (Huntara) Aceh Utara rampung sebelum lebaran 2026. Hal ini disampaikan Dody saat meninjau Huntara di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa, 24 Februari 2026.
Di Langkahan, lima blok huntara dengan kapasitas sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) telah selesai dibangun dan mulai dihuni. Pembangunan dilakukan di atas lahan pemerintah kabupaten, dengan luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi yang ditangani Kementerian PU.
“Total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok. Dan itu kita targetkan sebelum lebaran selesai semua sehingga masyarakat dapat segera masuk,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Februari 2026.
Menteri Dody menegaskan percepatan pemanfaatan huntara didukung koordinasi baik antara pemerintah pusat dan daerah. “Kementerian PU, BNPB dan Bupati koordinasinya cepat, data calon penghuni huntara ini juga sudah ada dan lengkap,” katanya.
Dody mengatakan pembangunan huntara oleh Kementerian PU telah selesai dan hanya menyisakan pekerjaan penyempurnaan akhir. Ia mengatakan penyelesaian setiap satu blok yang menampung sebanyak 12 KK, kementeriannya membutuhkan waktu penyelesaian sekitar dua minggu.
Secara teknis, Huntara dibangun modular menggunakan rangka baja ringan agar konstruksi cepat tanpa mengurangi kualitas. Setiap unit dilengkapi insulated panel, ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin agar ruangan tetap nyaman dan sejuk.
Kawasan huntara juga memiliki fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas ini memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan upaya pemerintah mempercepat relokasi warga terdampak banjir. Ia juga menekankan pembangunan hunian layak menjadi prioritas bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.
Tito menyampaikan pemerintah tidak ingin ada warga yang terus tinggal di tenda dalam waktu lama. Ia menegaskan huntara harus segera dibangun agar masyarakat bisa tinggal lebih nyaman sembari menunggu hunian tetap (huntap).
“Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak. Jangan lagi (tinggal) di tenda karena di tenda itu nggak nyaman,” ucap Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra tersebut di Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat, 20 Februari 2026.
Tito mengatakan masyarakat yang tinggal di permukiman rawan banjir dan berisiko tinggi akan segera direlokasi ke wilayah aman. Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah paling aman untuk mencegah korban terdampak kembali jika bencana serupa terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....