Kalurahan Karangwuni Kulon Progo Dinilai Penuhi Indikator Desa Siaga Tsunami
- 24 Feb 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Kalurahan Karangwuni, Kabupaten Kulon Progo, giat mengajukan sebagai Desa Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) tingkat nasional. Sebagai bagian dari tahapan pengajuan, Kalurahan Karangwuni melaksanakan kegiatan Pemaparan 12 Indikator Tsunami Ready Community (TRC).
Dari keterangan yang diterima rri.co.id, Selasa 24 Februari 2026, pemaparan dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan dibuka oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman Ardhianto Septiadi, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo Setyawan Tri Widada yang hadir langsung di Kalurahan Karangwuni.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY |
Pada kesempatan itu Ardhianto Septiadi menegaskan bahwa program Tsunami Ready Community merupakan bagian dari upaya BMKG dalam mendorong pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. “BMKG tidak hanya berperan dalam penyediaan informasi dan peringatan dini, tetapi juga mendorong kesiapan masyarakat agar mampu memahami risiko dan melakukan tindakan yang tepat saat terjadi tsunami,” ujar Ardhianto.
Sementara itu, Setyawan Tri Widada menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat Kalurahan Karangwuni dalam upaya pengurangan risiko bencana tsunami. “Langkah-langkah yang dilakukan Kalurahan Karangwuni diharapkan dapat menjadi contoh bagi kalurahan pesisir lainnya di Kabupaten Kulon Progo dalam membangun ketangguhan wilayah terhadap ancaman tsunami,” katanya.
Materi pemaparan disampaikan oleh Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Ontoseno Karangwuni, Sunardi yang menjelaskan pemenuhan 12 indikator Tsunami Ready Community secara sistematis. Hasil evaluasi pemaparan disampaikan oleh Ketua Tim Mitigasi Samudera Hindia dan Pasifik, Suci Dewi Anugrah.
Ia mengungkapkan bahwa materi yang dipaparkan dinilai komprehensif, jelas, dan telah memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan. “Secara keseluruhan, Kalurahan Karangwuni telah memenuhi 12 Indikator Tsunami Ready Community sebagaimana ditetapkan oleh UNESCO IOC, sehingga selanjutnya dapat dilanjutkan dengan persiapan pengajuan ke tingkat internasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong agar kalurahan-kalurahan di wilayah pesisir Kulon Progo dapat mengikuti praktik baik yang telah dilakukan oleh Kalurahan Karangwuni dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi tsunami. Melalui program Tsunami Ready Community, BMKG bersama para pemangku kepentingan terus berupaya mendorong terbentuknya masyarakat pesisir yang siap, tangguh, dan responsif dalam menghadapi potensi tsunami, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. (rel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....