Kopdes Merah Putih Kabupaten Tangerang Kesulitan Pasokan Elpiji
- 23 Feb 2026 07:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tangerang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan barang kebutuhan pokok. Bahkan gas elpiji hingga minyak goreng juga sulit didapat.
"Beberapa pengelola KDKMP mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, dan gas Elpiji. Hal ini diduga karena tingginya permintaan pasar dan dominasi suplier besar," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, Minggu, 22 Februari 2026.
Saat ini, sambung Anna, pembangunan fisik gerai yang dibangunkan oleh PT. Agrinas Pangan Indonesia bekerja sama dengan pihak TNI baru mencapai 11 unit dari target 274 desa. Banyak pengurus koperasi yang merasa keberatan dengan tingginya biaya sewa ruko.
"Kami mendorong kepala desa untuk lebih proaktif. Tentunya menyediakan fasilitas diarea kantor desa agar operasional tetap berjalan," kata dia.
Anna juga mengaku penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Rp100 juta kepada KDKMP diawasi ketat. Bukan hanya oleh pemerintah daerah, namun juga oleh pihak kejaksaan setempat.
Anna menyatakan, setiap KDKMP yang telah menerima modal awal tersebut harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. "Jadi untuk pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, tetapi juga melibatkan pihak lain termasuk Kejaksaan," ucapnya.
Ia menjelaskan, sebagai langkah konkrit pemerintah daerah dalam mengawal dan mengawasi penyelenggaraan program KDKMP. Pihaknya rutin menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) bagi pengurus koperasi untuk meningkatkan kemampuan manajerial.
"Langkah ini sebagai salah satu yang paling intensif dilakukan di Indonesia. Demi memastikan program KDKMP selaras dengan instruksi pemerintah Pusat," kata dia.
Anna juga mengatakan penyelenggaraan program koperasi desa yang diinisiasi pemerintah pusat ini, dinilai sangat mempengaruhi. Khususnya terhadap motor penggerak ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh masyarakat desa.
"Yang penting beroperasional terlebih dahulu, meskipun gerai sementaranya kecil. Agar masyarakat bisa melihat wujud koperasinya dan tertarik menjadi anggota. Ini soal perputaran ekonomi di tingkat bawah," ucapnya.
Bupati Tangerang, Maesal Rasyid menuturkan dalam hal ini, sudah terdapat 80 persen koperasi desa di Kabupaten Tangerang mulai beroperasi. Namun, sisanya masih terdapat beberapa kendala pada tingkat desa serta masalah di internal kepengurusan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....