Bupati Mohammad Haris Tinjau Banjir di Kraksaan, Siapkan Evaluasi Total
- 22 Feb 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Probolinggo - Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sejak Sabtu 21 Februari 2026. Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi AHZ memimpin penanganan dengan meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Kraksaan.
“Saya minta kepada tim Siaga Bencana, camat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk betul-betul melaksanakan evaluasi dan asesmen total. Serta mengajak seluruh lapisan masyarakat menyelesaikan persoalan banjir,” kata Haris saat meninjau banjir di Kraksaan, Minggu 22 Februari 2026.
Menurut Haris, banjir kali ini menjadi salah satu yang tertinggi dan dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu hingga hilir. Meski demikian, Pemkab Probolinggo tidak akan hanya menyalahkan faktor cuaca.
“Evaluasi dan asesmen menyeluruh harus segera dilakukan. Terlebih Kraksaan merupakan ibu kota Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki bentang alam yang luas dan bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut. Sehingga, membutuhkan konsep penanganan banjir yang komprehensif dan berbasis kajian teknis.
“Pemkab Probolinggo adalah satu sistem. Bukan hanya Bupati dan Wabup, tapi juga DPRD, Sekda, kepala OPD, camat dan seluruh jajaran yang selalu siaga. Begitu hujan deras tak berhenti, kami semua bersiap menghadapi kemungkinan terburuk,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Haris juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, yang terseret arus saat banjir terjadi. Sementara Kepala Dinas Sosial Probolinggo Rachmad Hidayanto mengaku masih menunggu hasil asesmen dari BPBD dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebelum menyalurkan bantuan.
“Kami menunggu hasil asesmen terlebih dahulu, jika sudah terdata, kami akan mempertimbangkan penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras bagi keluarga terdampak. Karena ada empat kecamatan terdampak, pendataan akan dikonsentrasikan melalui BPBD agar satu pintu,” ujarnya.
Camat Kraksaan Puja Kurniawan menjelaskan, luapan Sungai Kertosono yang belum surut menyebabkan sejumlah wilayah terdampak. Untuk kelurahan meliputi Sidomukti, Patokan dan Kraksaan Wetan, sedangkan desa terdampak antara lain Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon dan Kandangjati Wetan.
Ia menyebut hampir seluruh sungai di Kecamatan Kraksaan mengalami peningkatan debit air signifikan sejak Sabtu 21 Februari malam. “Untuk mekanisme penyaluran bantuan dan upaya pemulihan lanjutan, kami masih menunggu hasil asesmen dari BPBD, Dinas PUPR, Perkim dan OPD terkait," ujarnya.
"Jika diperlukan kerja bakti. Kami juga akan mengerahkan masyarakat melalui program padat karya tunai,” katanya.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....