Gempa Tangerang Tak Berdampak Kerusakan

  • 22 Feb 2026 03:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan guncangan gempa magnitudo 4,6 tidak menyebabkan adanya kerusakan pada pemukiman warga. Kepastian tersebut menyusul pengecekan lapangan usai gempa tektonik melanda wilayah Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di kedalaman darat sedalam 160 kilometer dari permukaan tanah. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memastikan bahwa tidak terdapat laporan adanya kerugian harta benda ataupun korban jiwa.

Achmad bersama personel melakukan observasi mendalam menuju titik episentrum yang diduga berada tepat di wilayah Jalan Kadu Agung. Pihak pemerintah daerah meminta seluruh warga agar tetap tenang meskipun fenomena alam tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

“Berdasarkan penjelasan ketua lingkungan RT dan perwakilan warga dilokasi titik perkiraan gempa dari BMKG, mereka menjelaskan sama sekali tidak merasakan adanya gempa,” ujarnya.

Kondisi daratan Tigaraksa menunjukkan tidak terdapat kerusakan struktur bangunan ataupun fasilitas publik yang memiliki tingkat kerusakan bersifat serius. Pusat gempa darat itu berada sekitar tiga kilometer bagian tenggara wilayah Kabupaten Tangerang yang tercatat muncul tadi malam.

Pemerintah juga menyarankan penghuni rumah untuk selalu mengecek kondisi struktural gedung guna memastikan keamanan bersama setelah peristiwa tersebut. Petugas BPBD mengharapkan masyarakat segera melaporkan jika mereka menemukan dampak keretakan fisik bangunan yang terlihat sangat nyata.

Masyarakat Kecamatan Tigaraksa dikabarkan tetap melakukan berbagai aktivitas ibadah secara normal seperti pada malam hari sebelumnya. Salah satu warga Tigaraksa bernama Dewi mengaku tidak merasakan getaran guncangan apa pun saat peristiwa alam itu tiba.

"Saya tidak merasa adanya gempa. Sama semua warga juga tidak terasa, kami melakukan aktivitas seperti biasa," ujarnya.

Warga sebenarnya tengah fokus melaksanakan ibadah salat tarawih pada malam hari tersebut saat getaran gempa tektonik dilaporkan terdeteksi. Dewi menambahkan para jemaah mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ritual ibadah tersebut hingga akhir dengan kondisi tetap tenang.

"Alhamdulillah, kami bisa sampai selesai menjalankan salat tarawih," kata Dewi.

BMKG menerangkan gempa dengan posisi sangat dalam itu memang umumnya jarang memberikan potensi bahaya tsunami pada garis pantai. Taufik mengimbau warga Tangerang untuk selalu memilah sumber informasi berita guna menghindari adanya penyebaran isu menyesatkan yang berbahaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....