Bamus Apresiasi Setahun Pramono-Rano Perkuat Identitas Betawi di Jakarta

  • 20 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) mengapresiasi setahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Wakil Gubernur Rano Karno. Terutama terkait berbagai terobosan kebijakan yang diambil Pamono, yang telah menghadirkan nuansa Betawi secara nyata di lingkungan Pemprov DKI.

Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas komitmen Pramono-Rano dalam pelestarian budaya Betawi di Ibu Kota. Ia menilai berbagai langkah yang dilakukan dengan memperkuat eksistensi budaya Betawi telah membuka ruang lebih luas bagi masyarakat Betawi untuk berperan dalam pembangunan daerah.

“Hal ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberi ruang bagi masyarakat Betawi menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” ujar Riano di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026. Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat terus berlanjut guna memastikan identitas budaya Betawi tetap terjaga di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Salah satu yang paling terlihat, kata Riano, adalah penggunaan seragam adat Ujung Serong saat pelantikan pejabat. Hingga penyajian kuliner khas Betawi seperti bir pletok dalam acara resmi di lingkungan Balai Kota Jakarta.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang mengukuhkan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama daerah.

Ia menilai kepemimpinan Pramono dan Rano telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah tersebut. “Pak Pram dan Bang Rano telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah itu,” kata Anggota DPRD DKI itu.

Riano juga mengapresiasi sejumlah rencana terobosan yang tengah disiapkan Pemprov, di antaranya pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala besar. Lalu, pembangunan gapura bernuansa Betawi sebagai penanda masuk Jakarta, hingga kewajiban penggunaan ornamen Betawi di gedung pemerintahan.

Selain itu, penguatan kurikulum Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah juga dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya. “Jarang ditemukan pemimpin yang memiliki kepedulian sedalam ini terhadap masyarakat Betawi,” ucap Riano.

Ia menambahkan, pengenalan budaya kepada generasi muda. Khususnya, generasi Z dan Alpha, menjadi kunci agar identitas budaya Betawi tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Di akhir pernyataannya, Riano mengajak seluruh warga. Khususnya masyarakat Betawi di Jakarta, untuk mendukung dan mengawal berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

“Mari bersama-sama memanfaatkan ruang yang telah diberikan pemerintah agar masyarakat Betawi dapat maju sesuai kompetensinya. Kepedulian pemerintah, mulai dari hal kecil hingga besar, sangat layak diapresiasi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....