KAI Masih Evakuasi Kereta Bandara Soetta ke Batuceper
- 20 Feb 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Evakuasi insiden Kereta Bandara Soekkarno-Hatta dengan truk kontainer masih terus dilakukan pada perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop)1 Jakarta mengerahkan kereta penolong untuk proses tersebut.
"Begitu menerima informasi, kami segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan mengerahkan tim ke lokasi. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada korban, l mengamankan area," ujar Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Jumat 20 Februari 2026.
Franoto juga menyatakan pihaknya berusaha mempercepat proses penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali normal. Namun, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Kereta penolong dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi rangkaian. Serta memastikan seluruh prasarana dapat diperiksa secara menyeluruh," kata dia.
Secara paralel, lanjutnya, tim prasarana melakukan penegakan kembali tiang LAA, pengecekan kabel kontak, serta pengukuran ulang geometrik jalur. Hal itu guna memastikan seluruh standar keselamatan terpenuhi sebelum operasional dinormalisasi.
"Pada pukul 09.40 WIB, sebagian rangkaian bisa diberangkatkan menuju Stasiun Kalideres dan tiba pukul 09.49 WIB. Proses pemulihan jalur kemudian dilanjutkan hingga dinyatakan aman untuk dilalui perjalanan kereta secara bertahap," ucap Franoto.
Franoto menyatakan proses evakuasi masih berlangsung dan Tim KAI Daop 1 masih dilokasi kecelakaan. "Belum (selesai, Red), kereta masih evakuasi, truk sudah dievakuasi jam 10.50 WIB ya," ujarnya.
Terpisah, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan atas insiden itu dua tiang listrik aliran atas (LAA) di lintasan itu pun ikut roboh imbas kecelakaan. "Saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses evakuasi," ucap Jauhari.
"Ini kan lintasan listriknya kereta, berikut juga dengan mobil bodi kontainer itu kan sekarang posisinya menghalangi rel kereta. Sehingga saat ini dievakuasi untuk disingkirkan supaya rel kereta ini kembali normal."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....