Pelita Air: Pesawat yang Jatuh Angkut Kargo BBM Tanpa Penumpang

  • 20 Feb 2026 05:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelita Air memberikan penjelasan terkait insiden jatuhnya

Pesawat Pelita Air Service rute Long Bawan–Tarakan. Pesawat itu diduga jatuh setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 februari 2026.

Penjabat (Pj) Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, mengatakan, pesawat itu diketahui merupakan armada charter yang melayani penerbangan kargo tanpa penumpang.

Menurutnya, pesawat tersebut digunakan untuk mengangkut bahan bakar dan hanya diawaki oleh satu orang pilot.

“Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot. Tanpa awak kabin maupun penumpang,” kata Patria, Kamis 19 Februari 2026.

Ia menegaskan, saat ini pihak Pelita Air masih melakukan investigasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan terbaru secara terbuka kepada publik. “Informasi resmi dan perkembangan terbaru akan kami sampaikan secara berkala melalui kanal resmi Pelita Air,” ujarnya.

Sementara itu, informasi awal dari AirNav Indonesia menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cukup cerah. Adapun jarak pandang mencapai sembilan kilometer.

Hingga kini, proses penelusuran dan investigasi masih terus berlangsung. Guna memastikan kondisi pesawat dan pilot serta penyebab pasti insiden tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....