Pesawat Pelita Air Jatuh Diaporkan Usai Lepas Landas dari Long Bawan

  • 20 Feb 2026 05:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pesawat Pelita Air Service rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 februari 2026. Berdasarkan data AirNav Indonesia, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 12.10 WITA. Pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7101 itu jatuh pada pukul 12.20 WITA, sekitar lima kilometer dari bandara.

Sesuai jadwal, pesawat seharusnya melaporkan posisi saat melintas di wilayah Malinau pada pukul 12.24 WITA dan diperkirakan tiba di Tarakan pada pukul 13.15 WITA. Namun, pada pukul 12.20 WITA, Menara Pengawas (Tower) Malinau menerima informasi dari pesawat lain dengan registrasi PK BVN yang menangkap sinyal darurat atau Emergency Locator Transmitter (ELT).

Sinyal tersebut umumnya memancar secara otomatis apabila pesawat mengalami benturan keras. Tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 12.27 WITA, pesawat lain dengan registrasi PK MEE juga mengonfirmasi menerima sinyal darurat serupa.

Selanjutnya, pada pukul 12.30 WITA, pihak Malinau berhasil mengidentifikasi koordinat sumber sinyal darurat di posisi N 03 53 53 E 115 52 43. Pada pukul 12.50 WITA, pihak Bandara Long Bawan melaporkan telah mengirimkan tim menuju lokasi yang diperkirakan berada sekitar lima kilometer dari ujung landasan, di balik area pegunungan.

Seorang saksi mata yang merupakan personel di apron bandara dilaporkan melihat pesawat menukik tajam ke bawah sebelum diduga jatuh. Penjabat Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, menjelaskan pesawat tersebut merupakan armada charter yang melayani penerbangan kargo.

"Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot. Tanpa awak kabin maupun penumpang," kata Patria.

Ia menyatakan, saat ini Pelita Air masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penyebab insiden tersebut. "Informasi resmi dan perkembangan terbaru akan kami sampaikan secara berkala melalui kanal resmi Pelita Air," ujarnya.

Sementara itu, informasi awal dari AirNav Indonesia menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cukup cerah. Adapun jarak pandang mencapai sembilan kilometer.

Hingga kini, proses penelusuran dan investigasi masih terus berlangsung. Guna memastikan kondisi pesawat dan pilot serta penyebab pasti insiden tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....