Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Ile Lewotolok Siaga
- 19 Feb 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kupang - Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolodi Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam sepekan terakhir, tercatat ratusan erupsi yang menandakan aktivitas gunung masih cukup tinggi dan tetap berada pada Level III atau Siaga.
Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok melaporkan pada periode 8–15 Februari 2026 terjadi 871 kali gempa erupsi. Selain itu, tercatat pula 2.300 kali gempa hembusan yang mendominasi aktivitas seismik.
“Pengamatan visual periode 8-15 Februari 2026, aktivitas hembusan dan erupsi cukup tinggi,” kata Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, Kamis, 19 Februari 2026. Secara visual, tinggi kolom erupsi terpantau mencapai 50 hingga 200 meter dari puncak, erupsi terkadang disertai suara gemuruh lemah hingga sedang.
Berdasarkan estimasi energi seismik menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM), energi gempa dalam periode tersebut cenderung menurun. Meski demikian, aktivitas dangkal masih sangat dominan.
Pengukuran deformasi menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) menunjukkan fluktuasi jarak miring yang cenderung memanjang pada reflektor LWT1 dan LWT2. Kondisi ini mengindikasikan adanya dinamika tekanan di tubuh gunung.
Stanislaus menjelaskan pada 9 Januari 2026 teramati aliran lava di sektor barat yang masih berada di dalam kawah. Namun pada 13 Januari, aliran tersebut mulai meluber sekitar 30 meter dari bibir kawah dan pada 17 Januari mencapai 100 meter.
“Aliran lava baru ini mengalir di atas aliran lava sebelumnya. Pada tanggal 20 Januari aliran lava 250 meter,” ujarnya.
Selain itu, teramati lontaran material pijar ke arah tenggara sejauh 200 meter dari kawah. Secara umum, material pijar masih jatuh di dalam kawasan kawah. Dari sisi kegempaan, peningkatan gempa hembusan masih mendominasi rekaman seismik.
Jumlah gempa erupsi juga tetap tinggi, menandakan aktivitas permukaan masih sangat aktif. Sementara itu, gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam tercatat dalam jumlah yang tidak signifikan.
Kemunculan gempa tersebut mengindikasikan adanya perubahan tekanan atau stres pada tubuh gunung akibat suplai fluida dalam sistem magmatik dangkal maupun dalam. Hingga 15 Februari 2026, hasil analisis menyeluruh menunjukkan aktivitas gunung masih cukup tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....