Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Fasilitas Keagamaan di Aceh

  • 16 Feb 2026 16:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan penanganan bencana sebesar Rp19,3 miliar untuk tanggap darurat wilayah Aceh. Bantuan ini untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kemenag Aceh, Khairul Azhar, Senin 16 Februari 2026. Ia mengatakan bantuan tersebut dikelola melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Aceh berdasarkan hasil pendataan dan analisis JITUPASNA atau Pengkajian Kebutuhan Pascabencana.

“Bantuan tersebut dikelola melalui Kanwil Kemenag Aceh. Baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuai hasil pendataan kebutuhan di lapangan,” kata Khairul Azhar di Banda Aceh.

Dari total bantuan tersebut, sebesar Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh untuk mendukung pengadaan logistik. Di antaranya, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak.

Sementara itu, Rp14,9 miliar lainnya disalurkan oleh Kemenag RI langsung ke rekening lembaga penerima. Mereka terdiri atas 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren, dengan nilai bantuan masing-masing Rp100 juta per lembaga.

Khairul menjelaskan, dana yang dikelola langsung tersebut difokuskan untuk kebutuhan paling mendesak. Guna memastikan pelayanan pendidikan dan pelayanan publik tetap berjalan pascabencana.

Adapun rinciannya, Rp1,3 miliar disalurkan ke Kantor Kemenag kabupaten/kota terdampak untuk kebutuhan darurat. Seperti logistik awal, operasional lapangan, pembersihan, serta bantuan langsung kepada masyarakat.

Kemudian, Rp244,5 juta digunakan untuk bantuan kebutuhan pokok korban bencana, Rp71 juta untuk pengadaan laptop, printer, perangkat komunikasi. Serta internet satelit Starlink.

Selain itu, Rp172,3 juta dialokasikan untuk operasional relawan dan kerja bakti sarana prasarana madrasah dan posko. Serta Rp15,8 juta untuk biaya transportasi dan distribusi bantuan.

“Kita salurkan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana,” ujarnya. Kemenag juga memberikan bantuan sosial kepada mahasiswa terdampak bencana sebesar Rp2,35 miliar melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag.

Bantuan tersebut diberikan kepada 11.772 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan swasta, masing-masing Rp200 ribu per mahasiswa. Selain bantuan tunai, Kanwil Kemenag Aceh juga menyalurkan bantuan barang ke 169 madrasah negeri dan mendistribusikan lima ribu Al-Quran ke wilayah terdampak.

Bantuan barang tersebut meliputi tenda darurat, genset, pompa air, alat kebersihan, meja, kursi, hingga laptop yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing madrasah. Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan akibat bencana.

Kemenag mencatat sebanyak 1.842 fasilitas terdampak, terdiri atas 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, 79 Kantor Urusan Agama (KUA). Serta empat kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan tertinggi. Yakni, 131 madrasah dan 101 pesantren, disusul Aceh Tamiang yang juga mengalami dampak signifikan.

“Hingga saat ini, Rp255 juta masih tersimpan di rekening bank Tanggap Bencana. Ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi,” kata Khairul Azhar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....